Ntvnews.id, Jakarta -Angka kematian akibat wabah mematikan Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) terus merangkak naik dan kini telah melampaui 1.500 jiwa. Laporan terbaru ini semakin mempertegas gentingnya krisis kesehatan yang tengah melanda kawasan tersebut.
Kementerian Komunikasi dan Media RD Kongo merilis rincian penyebaran virus ini pada Kamis, 30 juli 2026. Melalui unggahan resminya di platform X, kementerian memaparkan data terkini sekaligus menyoroti tingginya persentase fatalitas di lapangan.
"Hingga hari ini, ada 3.442 kasus terkonfirmasi, termasuk 797 pasien isolasi atau rawat inap, 615 orang sudah pulih, dan 1.521 lainnya meninggal. Tingkat kasus kematian mencapai 44 persen," tulis pihak kementerian.
Jauh sebelum data kematian terbaru ini diumumkan, status kewaspadaan global sebenarnya telah ditingkatkan. Pada 17 Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Ebola yang melanda RD Kongo dan Uganda sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Baca juga:Kasus Ebola di RD Kongo Lampaui 3.000, Lebih dari 1.300 Orang Meninggal
Badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut menilai bahwa risiko penyebaran virus ke kawasan yang lebih luas masih sangat tinggi. Sebagai langkah antisipasi, negara-negara yang terdampak didesak untuk segera memperkuat sistem pengawasan serta memperketat seluruh protokol penanganan medis di wilayahnya masing-masing.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Tenaga medis mengenakan pakaian pelindung saat menangani wabah virus ebola di Republik Demokratik Kongo. (Antara)