Irak Selidiki Dugaan Serangan Drone ke Arab Saudi yang Diduga Diluncurkan dari Wilayahnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 11:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi (kiri) bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kanan) di Teheran, Iran, pada 23 Juli 2026. Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi (kiri) bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kanan) di Teheran, Iran, pada 23 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Baghdad – Pemerintah Irak mulai menyelidiki dugaan peluncuran pesawat tanpa awak dari wilayahnya yang mengarah ke Arab Saudi. Instruksi penyelidikan tersebut diberikan langsung oleh Perdana Menteri Irak sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Ali al-Zaidi.

Juru bicara Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak, Sabah al-Numan, pada Senin, 28 Juli 2026, mengatakan pemerintah saat ini tengah mengumpulkan dan memverifikasi seluruh bukti yang tersedia. Irak juga menegaskan akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak mana pun yang terbukti terlibat dalam insiden tersebut.

"Pemerintah Irak menegaskan kembali komitmen konstitusional yang tak tergoyahkan terhadap prinsip-prinsip bertetangga yang baik serta mencegah wilayah Irak digunakan sebagai jalur maupun titik peluncuran untuk setiap serangan yang menargetkan negara-negara saudara maupun sahabat," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Baca JugaIran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS yang Dibawa PM Irak

Pernyataan itu disampaikan setelah Arab Saudi melaporkan pada Senin, 28 Juli 2026, bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menembak jatuh sejumlah drone yang disebut diluncurkan dari wilayah Irak dengan sasaran fasilitas minyak di negara tersebut.

Baca JugaEks Wakil Menteri Irak Sembunyikan Uang Korupsi Rp361 Miliar di Dalam Galon

Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah masih tinggi. Situasi dipengaruhi aksi saling balas serangan udara antara Amerika Serikat dan Iran yang terjadi baru-baru ini, serta berkembangnya konflik di kawasan Laut Merah yang melibatkan kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi.

(Sumber: Antara)
x|close