Prabowo: Saya Tahu dari Sejarah, Peradaban akan Punah Kalau Tidak Ada Makan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jul 2026, 19:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Prabowo Subianto Pimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mempersilakan jika ada orang pintar yang menyebut ada hal yang lebih penting dibanding perut orang lapar. Namun, Prabowo menegaskan, peradaban akan punah jika tak ada makanan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam taklimatnya saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

"Kalau ada orang-orang pintar mengatakan bahwa ada yang lebih penting dari perut yang lapar, ya saya persilakan," katanya.

Prabowo menyatakan, dari sejarah ribuan tahun peradaban, tidak ada manusia yang dapat bertahan tanpa pangan. Bahkan, katanya, peradapat dapat punah tanpa pangan.

"Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan. Punah, peradaban punah kalau tidak ada makan," katanya.

Baca Juga: Bantah Anggapan Indonesia Akan Kolaps, Prabowo: Semakin Hari Semakin Kuat

"Untuk menjamin pangan, perlu air, perlu lingkungan yang dilestarikan, perlu lahan yang subur, perlu kebijakan yang benar," katanya menambahkan.

Prabowo menyatakan perekonomian suatu bangsa yang diukur oleh satu hal yang mendasar, yaitu pangan yang merupakan fondasi suatu bangsa. Ditegaskan, percuma Indonesia merdeka jika tidak mampu memberi makan rakyatnya.

"Setiap perekonomian itu pasti diukur dan kita punya ukuran, kita bertanya apakah bangsa itu bisa memberi pangan, memberi makan untuk rakyatnya? Itu yang paling mendasar. Untuk apa kita merdeka, untuk apa kita punya NKRI, kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yang paling dasar adalah makan, pangan," kata Prabowo.

Untuk itu, Prabowo heran adanya pihak yang mengkritik program makan bergizi gratis (MBG) yang dituding sebagai pemborosan. Padahal, program tersebut bertujuan untuk memberi makan kepada anak-anak, ibu hamil serta lansia di Indonesia.

"Saudara-saudara saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak di Indonesia, memberi makan untuk anak-anak, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia dan dianggap pemborosan," kata Prabowo.

Di sisi lain, tak ada pihak yang protes dan menginvestigasi mengenai ribuan triliun kekayaan negara mengalir ke luar negeri.

"Tapi, ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia tiap tahun, selama 34 tahun tidak ada komentar. Tidak ada pakar yang protes, tidak ada investigasi. Kita memberi makan kepada anak-anak," katanya.

x|close