Nobar Final Piala Dunia di Lapangan Banteng Dihadiri 14 Ribu Warga, UMKM Ikut Ketiban Rezeki

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jul 2026, 10:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Nobar Piala Dunia di Lapangan Banteng Nobar Piala Dunia di Lapangan Banteng (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Warga memadati Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat menyaksikan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol dalam gelaran Festival Rakyat Bola Gembira 2026, Minggu, 19 Juli 2026.

Bukan sekadar acara nobar, festival tersebut dikemas sebagai pesta rakyat yang memadukan hiburan, aktivitas komunitas, dan dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Layar raksasa menjadi pusat perhatian warga yang ingin menyaksikan langsung pertandingan puncak turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Hampir 14 ribu warga tercatat hadir dalam acara gratis tersebut. Di sisi lain, sekitar 200 tenant UMKM turut ambil bagian sehingga gelaran nobar turut mendorong perputaran ekonomi kerakyatan di Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno hadir langsung bersama masyarakat untuk menyaksikan pertandingan final Piala Dunia 2026. Antusiasme warga bahkan telah terlihat sejak siang hari.

Area Lapangan Banteng mulai ramai didatangi masyarakat sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Tingginya jumlah pengunjung membuat panitia mempercepat sejumlah rangkaian acara agar arus masuk warga dapat berjalan lebih lancar.

"Yang datang hampir 14 ribu pengunjung. Apalagi kegiatan ini sudah berlangsung dari pagi, dari jam dua siang saja area ini katanya sudah ramai. Makanya, alur acara agak kita percepat supaya masyarakat yang di luar bisa segera masuk dan tidak terlalu berdesak-desakan," ujar Rano.

Festival Rakyat Bola Gembira 2026 dirancang sebagai ruang hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain menyaksikan pertandingan melalui layar raksasa, warga juga disuguhi panggung musik, hiburan keluarga, aktivasi komunitas, dan berbagai kegiatan menarik lainnya.

Rano mengatakan, acara tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk merayakan final Piala Dunia dengan penuh kegembiraan dan suasana kebersamaan.

"Maka dari itu, acara ini dinamakan Festival Rakyat Bola Gembira. Ini menandakan bahwa rakyat Indonesia kalau soal bola sudah tidak perlu ditanyakan lagi, itu memang pilihannya," ungkapnya.

Semarak nobar final Piala Dunia 2026 tadi malam tidak hanya berlangsung di Lapangan Banteng. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar kegiatan nonton bersama berskala besar di hampir 30 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.

Selain itu, ratusan kegiatan nobar lainnya digelar secara mandiri oleh masyarakat di lingkungan masing-masing. Fenomena tersebut menunjukkan tingginya antusiasme warga Jakarta terhadap ajang sepak bola internasional.

Festival Rakyat Bola Gembira 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan TVRI, TNI Angkatan Darat, Polri, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Jakarta Experience Board, PT MRT Jakarta, serta sejumlah mitra lainnya.

Selain menjadi ruang hiburan publik, Festival Rakyat Bola Gembira juga memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan.

Hampir 200 tenant UMKM binaan Jakpreneur dan Kadin DKI Jakarta hadir di lokasi. Mereka menawarkan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman hingga produk lokal lainnya.

Ribuan warga yang memadati Lapangan Banteng menciptakan aktivitas ekonomi yang menguntungkan para pelaku usaha. Dengan demikian, acara olahraga dan hiburan publik tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi kerakyatan.

x|close