Ntvnews.id, Jakarta - Pengamat transportasi Darmaningtyas meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap fasilitas penyeberangan masih aman dan layak digunakan masyarakat.
Menurut Darmaningtyas, banyak JPO di ibu kota yang sudah tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan mobilitas warga karena faktor usia bangunan maupun kondisi fisiknya yang terus menurun.
“Memang secara objektif banyak JPO di Jakarta ini yang sudah harus direvitalisasi. Coba Anda misalnya ke JPO Kramat Jati, Pasar Kramat Jati, JPO di Lenteng Agung sisi barat. Saya kira itu JPO-nya sudah terlalu tua dan terlalu sempit, sehingga tidak sesuai dengan mobilitas,” kata Darmaningtyas, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca Juga: Pekan Depan Pramono Rapat Khusus Soal JPO Tendean, Perusahaan Bakal Dituntut?
Ia menjelaskan, hasil evaluasi nantinya dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk menentukan JPO yang masih layak dipertahankan maupun yang sudah harus direvitalisasi atau diganti demi meningkatkan keselamatan pengguna.
“Itu juga sudah harus dievaluasi. Jadi saran saya, Pemprov DKI lewat Dinas Bina Marga melakukan evaluasi semua JPO yang ada di Jakarta. Mana-mana yang masih bisa dipertahankan, dan mana yang tidak,” paparnya.
Darmaningtyas juga mengingatkan agar pemerintah tidak menunggu hingga terjadi kecelakaan atau insiden yang memakan korban jiwa sebelum mengambil langkah perbaikan terhadap infrastruktur penyeberangan tersebut.
“Jangan sampai menunggu korban, misalnya roboh membawa korban, baru kemudian timbul reaksi. Jadi, lebih baik dilakukan evaluasi sejak dini,” kata Darmaningtyas.
(Sumber: Antara)
Pejalan kaki berjalan di jembatan penyeberangan orang (JPO), di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Jumat, 3 April 2026. Warga mengeluhkan kondisi JPO yang sebagian atapnya telah hilang dan bagian alasnya yang berkarat sehingga mengurangi kenyamanan dan keamanan para pejalan kaki, terutama saat hujan. (Antara)