Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa setoran hasil pengelolaan Jakarta Convention Center (JCC) ke kas negara melonjak hampir 15 kali lipat sejak pengelolaannya berada di bawah Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK).
Dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026, Prasetyo menjelaskan lonjakan tersebut terjadi setelah pemerintah mengambil alih pengelolaan JCC dari pihak sebelumnya.
"Setelah pengelolaannya kita tangani sendiri, sebenarnya kita juga belum puas, tapi alhamdulillah kita sudah membukukan pendapatan dari hanya JCC saja itu di angka Rp150 miliar satu tahun. Jadi, ada kenaikan hampir 15 kali lipat," ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika JCC masih dikelola oleh pihak swasta, kontribusi yang disetorkan ke negara hanya berada pada kisaran Rp10 miliar hingga Rp12 miliar setiap tahun.
Sebelum resmi dialihkan kepada PPK GBK pada 2024, pengelolaan JCC berada di tangan PT Graha Sidang Pratama yang beroperasi di bawah manajemen Singgasana Hotels & Resorts.
Prasetyo juga menyampaikan bahwa peningkatan pengelolaan aset tersebut ikut mendorong kenaikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.
Baca Juga: Mensesneg: Prabowo Perkuat Riset Nasional, Arahkan Penambahan Anggaran Rp4 Triliun
Menurut dia, realisasi PNBP Kementerian Sekretariat Negara sepanjang 2025 mencapai Rp1,06 triliun atau setara 144,38 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp736,07 miliar.
Pada periode yang sama, Badan Layanan Umum (BLU) PPK GBK menyetorkan PNBP senilai Rp103,78 miliar ke kas negara, sementara BLU PPK Kemayoran memberikan kontribusi sebesar Rp34,99 miliar.
Dalam rapat kerja itu, Komisi XIII DPR RI turut memberikan apresiasi atas capaian realisasi PNBP Kementerian Sekretariat Negara selama 2025.
(Sumber: Antara)
Mensesneg Prasetyo Hadi (kiri) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu ,15 Juli 2026. Dalam rapat tersebut Mensesneg Prasetyo Hadi melaporkan bahwa negara telah berhasil mengambil alih Hotel Sultan, Jakarta dari Pontjo Sutowo. (Antara)