Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri memastikan kegiatan Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE) pada semester kedua 2026 tetap berjalan sesuai jadwal meskipun dunia usaha masih menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti saat menjawab pertanyaan mengenai keberlanjutan agenda MICE dan pengembangan desa wisata dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Widiyanti mengatakan hingga kini Kementerian Pariwisata belum menemukan adanya perubahan jadwal penyelenggaraan berbagai kegiatan yang masuk dalam kalender nasional.
"Kemudian pertanyaan yang mengenai MICE ya. Kami tidak mencatat adanya perubahan schedule ya. Jadi semua schedule event 'Event by Indonesia' ada di indonesia.travel/event dan kami selalu meng-update di situ apabila ada penambahan event-event," jelasnya.
Ia menegaskan pemerintah terus memperbarui informasi penyelenggaraan acara melalui platform resmi sehingga pelaku industri maupun masyarakat dapat memantau perkembangan agenda pariwisata nasional.
Selain membahas MICE, Widiyanti juga menjelaskan arah pengembangan program desa wisata yang tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Menurutnya, program tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya, namun kini dilakukan penyempurnaan dalam sistem penghargaan dan metode penilaian.
"Sebenarnya kami meneruskan dari program sebelumnya, tapi ada perubahan metode pemberian award dan cara penilaiannya." jelasnya.
Baca Juga: Bakom: Permendag PMSE Perkuat Legalitas UMKM, Marketplace Wajib Utamakan Produk Dalam Negeri
Ia menjelaskan penghargaan yang sebelumnya dikenal sebagai Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) kini dikembangkan menjadi ajang yang lebih luas.
"Dulu event-nya bernama Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), dan sekarang kami membuat event di akhir tahun bernama Wonderful Indonesia Awards." terangnya.
Widiyanti mengatakan penghargaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada desa wisata, tetapi juga berbagai pelaku industri pariwisata lainnya.
"Di situ kategorinya selain desa wisata, ada juga hotel, restoran, tourism heroes, Pokdarwis yang terbaik, dan pemerintah daerah yang juga pro-pariwisata itu juga diberikan awards." paparnya.
Meski konsep penghargaan berubah, pemerintah tetap melanjutkan pendampingan terhadap desa wisata di berbagai daerah.
"Tetap metode pendampingan dan peningkatan kapasitas di desa wisata itu terus berjalan dan tentu ini kami sesuaikan dengan anggaran yang ada di tahun 2026 ini." imbuhnya.
Menurut Widiyanti, pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas destinasi wisata berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata nasional.
Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana (NTVnews)