Prabowo Pastikan Bakal Lakukan Kunjungan Kenegaraan Balasan ke Belarus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jul 2026, 14:52
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko. (Bakom)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan akan melakukan kunjungan kenegaraan balasan ke Belarus sebagai tindak lanjut dari upaya penguatan hubungan bilateral yang ditandai dengan peluncuran Peta Jalan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030.

"Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini," kata Prabowo dalam pernyataan pers bersama Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia, yang merupakan kunjungan kedua pemimpin Belarus tersebut ke Tanah Air. Menurut Prabowo, kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara.

Prabowo juga mengenang sambutan hangat yang diterimanya saat melakukan kunjungan ke Minsk pada tahun lalu. Ia menilai hubungan Indonesia dan Belarus terus berkembang secara positif dengan dilandasi prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan.

Presiden menegaskan bahwa kedua negara memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang strategis demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat masing-masing.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko secara resmi meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030. Dokumen tersebut akan menjadi kerangka kerja sama kedua negara selama lima tahun ke depan.

Baca Juga: Prabowo dan Lukashenko Sepakat Perkuat Perdamaian dan Stabilitas Global

Peta jalan tersebut mencakup penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis, antara lain pertanian modern, industri, perdagangan, ketahanan pangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Peluncuran peta jalan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi berbagai program kerja sama konkret yang telah dibahas kedua negara. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi landasan untuk memperluas kemitraan ekonomi, investasi, dan transfer teknologi antara Indonesia dan Belarus.

Pemerintah Indonesia optimistis hubungan bilateral dengan Belarus akan terus berkembang dan menghasilkan manfaat nyata bagi kedua negara, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara di kawasan Eurasia.

x|close