Prabowo Ingatkan Demokrasi Indonesia Jangan Dibajak Kepentingan Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 18:44
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan pidatonya saat menjadi inspektur upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan pidatonya saat menjadi inspektur upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga kualitas demokrasi Indonesia agar tidak disusupi kepentingan asing maupun kelompok berkekuatan modal besar. Pesan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Lapangan Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Juli 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa demokrasi merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dijaga bersama. Menurutnya, demokrasi tidak boleh diselewengkan untuk kepentingan segelintir pihak yang memiliki kekuatan ekonomi maupun pengaruh asing.

"Keamanan demokrasi juga harus kita jaga. Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing," ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa perbedaan pandangan dan pendapat dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik, kebencian, maupun perpecahan di tengah masyarakat.

Menurut Prabowo, Indonesia harus terus menjunjung tinggi persatuan dan kerukunan nasional sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas negara. Ia juga menegaskan bahwa kritik merupakan elemen penting dalam sistem demokrasi yang sehat dan harus dihormati.

Baca Juga: Menteri UMKM: Marketplace Sepakati Penundaan Kenaikan Biaya Layanan

"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik. Kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita. Kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita," kata Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut memberikan pesan khusus kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar terus berperan sebagai penjaga demokrasi yang matang dan bertanggung jawab. Ia menilai Polri memiliki posisi strategis dalam memastikan masyarakat dapat menyalurkan aspirasi secara damai tanpa mengganggu ketertiban umum.

"Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai. Dan pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara," tegasnya.

Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara tahun ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara. Hadir dalam acara tersebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Sinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid.

Selain itu, tampak pula Ketua Mahkamah Agung Sunarto, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, hingga Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Rangkaian peringatan HUT ke-80 Bhayangkara juga diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari upacara parade, pemberian tanda kehormatan, atraksi dan defile pasukan, acara syukuran, hingga pameran alat utama dan alat khusus produksi dalam negeri.

Melalui pesannya, Presiden Prabowo kembali menegaskan pentingnya menjaga demokrasi Indonesia agar tetap berjalan sehat, berkeadaban, dan berorientasi pada kepentingan nasional, sekaligus memastikan stabilitas dan persatuan bangsa tetap terpelihara.

 

x|close