Ntvnews.id, London - Sejumlah wilayah di Inggris dilanda situasi mencekam pada pekan lalu akibat cuaca ekstrem yang melanda negara tersebut.
Kepanikan melanda warga setelah wilayah Bristol, di bagian barat Inggris, dihantam sekitar 29 ribu sambaran petir dalam satu hari. Intensitas sambaran petir yang sangat tinggi itu bahkan menyebabkan sebuah rumah mengalami kebakaran hebat.
Cuaca panas ekstrem yang terjadi di Inggris disebut turut memicu meningkatnya aktivitas badai petir di berbagai wilayah.
Salah seorang warga Emersons Green, Bristol, Laura Sharp, menceritakan detik-detik mencekam saat badai petir melanda kawasan tempat tinggalnya.
"(Sambaran petir) seperti ledakan bom," kata Laura Sharp, yang saat itu tengah berada di rumah bersama keluarganya sambil menyaksikan badai petir, ketika sambaran petir menghantam rumah yang berada tepat di belakang tempat tinggalnya, seperti dikutip dari BBC, Selasa, 30 Juni 2026.
Gelombang panas yang melanda Inggris juga berdampak pada operasional sejumlah fasilitas publik. Bandara Bristol sempat ditutup pada Senin malam pekan lalu, sementara sejumlah sekolah mengumumkan penutupan sebagian kegiatan belajar.
Warga Emersons Green lainnya, Karen MacDonald, mengaku suara sambaran petir yang terdengar begitu keras membuatnya mengira terjadi sesuatu pada atap rumahnya. Ia bahkan menyebut televisi di rumahnya sampai mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
"Saya pikir itu sesuatu di atap rumah kami karena suaranya sangat keras."
"Kami merasakan [gelombang kejut] menjalar ke kaki kami. Kami terkejut, itu mengerikan," ucapnya.
Baca Juga: Wamen ESDM Ungkap Blackout Sumatera Dipicu Jaringan Listrik Tersambar Petir
Karen menjelaskan, sesaat setelah sambaran petir terjadi, berbagai perangkat elektronik di rumahnya langsung mengalami gangguan.
"Internet mati, TV mati, lampu menyala, semua alarm berbunyi, lalu kami melihat kobaran api, jadi kami langsung menghubungi pemadam kebakaran," ia melanjutkan kesaksiannya.
Menurutnya, rentetan sambaran petir tersebut terjadi hanya dalam hitungan detik, namun meninggalkan trauma yang mendalam bagi warga sekitar.
"Sejujurnya, itu menakutkan, benar-benar mengerikan," aku McDonald.
Akibat situasi tersebut, Karen bersama sejumlah tetangganya terpaksa meninggalkan rumah dan mencari lokasi yang lebih aman untuk berlindung. Mereka baru diizinkan kembali ke rumah masing-masing pada malam harinya setelah kondisi dinyatakan aman.
Peristiwa ini menjadi salah satu dampak cuaca ekstrem paling serius yang dialami Inggris dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menyoroti meningkatnya frekuensi fenomena cuaca ekstrem yang melanda kawasan Eropa.
Ilustrasi Petir (Istimewa)