Wamen ESDM Ungkap Blackout Sumatera Dipicu Jaringan Listrik Tersambar Petir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 16:44
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera kini telah kembali normal setelah sempat mengalami blackout akibat gangguan pada jaringan listrik. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera kini telah kembali normal setelah sempat mengalami blackout akibat gangguan pada jaringan listrik. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera kini telah kembali normal setelah sempat mengalami blackout akibat gangguan pada jaringan listrik.

Yuliot menjelaskan, gangguan tersebut dipicu sambaran petir pada jaringan listrik di wilayah Merangin yang berpengaruh terhadap kestabilan listrik di Sumatera.

"Kejadian listrik di Sumatera ni kan ada kesambar petir di Merangin. Dengan ada kesambar petir tersebut itu berdampak terhadap kestabilan sistem," ucap Yuliot, Senin 25 Mei 2026.

Lebih lanjut, ia menyebut pasokan listrik secara teknis di Sumatera bagian utara banyak disuplai dari wilayah selatan. 

Baca juga: Bareskrim Ungkap Fakta-fakta Baru Blackout Sumatra

"Ini secara teknis itu kan untuk daya yang ada di Sumatera bagian Utara, ini kan relatif itu lebih banyak juga dialirkan dari Selatan. Pada saat itu ada kejadian sehingga seluruh sistem itu terjadi blackout," sambungnya.

Dalam hal ini, PT PLN (Persero) langsung melakukan pemulihan bertahap dengan mengaktifkan kembali sejumlah pembangkit listrik, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), geothermal, hingga pembangkit berbasis gas.

Ia mengakui proses pemulihan membutuhkan waktu, terutama untuk pembangkit PLTU yang secara teknis memerlukan waktu sekitar 12 jam untuk kembali beroperasi normal

Baca juga: PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Sumatera Kembali Normal Pascablackout

"Secara teknis PLTU memerlukan waktu sekitar 12 jam dan itu kita lakukan, kami dari Kementerian ESDM menurunkan tim ke lapangan untuk ngecek. Itu alhamdulillah dalam jangka waktu, ya ini sesuai dengan apa yang kita koordinasikan dengan PLN itu bisa full 100 persen," ungkap Yuliot.

Lebih lanjut, Kementerian ESDM meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transmisi dan memperkuat perlindungan jaringan listrik agar proses pemulihan tidak memakan waktu lama apabila terjadi gangguan serupa.

"Jadi untuk ke depan itu ya kita evaluasi untuk segala perbaikan yang dilakukan," tandansya.

x|close