Prabowo Ungkap Sering Panggil Profesor dari Bandung ke Jakarta: Sekarang Ada Whoosh, Tidak Ada Alasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 13:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di Penutupan Sarasehan Kebangsaan Prabowo Subianto di Penutupan Sarasehan Kebangsaan (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya kerap mengundang para profesor, termasuk akademisi yang berada di Bandung, Jawa Barat, untuk berdiskusi di Jakarta. Menurut Prabowo, keberadaan kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh membuat perjalanan antarkota menjadi jauh lebih mudah dan cepat.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (

"Yang di Bandung pun tidak ada alasan karena sekarang ada Whoosh. Dipanggil ya 45 menit bisa di Jakarta kan begitu," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan keinginannya untuk lebih sering bertemu dengan para rektor dan akademisi. Menurutnya, selama menjabat sebagai Presiden, dirinya baru empat kali bertemu dengan para pimpinan perguruan tinggi.

"Bener. Saya butuh jumpa dengan orang-orang pintar," ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi 250 Tahun Ini

Prabowo mengatakan, berbagai pertemuan dan diskusi dengan kalangan akademisi sangat penting untuk memperoleh masukan serta gagasan dalam menjalankan pemerintahan dan menyusun kebijakan strategis nasional.

Namun demikian, ia mengaku merasa kasihan kepada sejumlah profesor yang berdomisili di Jakarta. Pasalnya, mereka kerap dipanggil untuk berdiskusi dan harus selalu siap memenuhi undangan tersebut.

"Saya dengar mereka itu tiap dua jam buka handphone," kata Prabowo.

Dalam suasana santai, Prabowo juga melontarkan candaan mengenai para pembantunya di kabinet yang menurutnya mengalami perubahan fisik setelah bekerja bersama dirinya selama hampir satu setengah tahun.

Ia berkelakar bahwa beberapa menterinya kini mulai mengalami kebotakan, padahal saat pertama kali dilantik kondisi rambut mereka masih terlihat baik.

"Yang di Bandung pun saya perhatikan berapa pembantu saya waktu awal dilantik rambutnya masih bagus, setelah 18 bulan semakin, semakin botak gitu. Aku perhatikan Pak Brian, banyak itu rambutnya sudah makin ke atas. Banyak profesor ini memang," imbuh Prabowo disambut tawa para peserta.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, guru besar, dosen, peneliti, dan ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah dan kalangan akademisi untuk membahas strategi penguatan sains, teknologi, dan inovasi dalam mendukung kemandirian ekonomi nasional.

x|close