Kurir Syok Antar Kulkas COD ke Rumah Tersangka Taufik Hidayat, Warga Sempat Ngira Intel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 15:08
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 23 Juni 2026. Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat yang berstatus daftar pencarian orang di Kaw Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 23 Juni 2026. Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat yang berstatus daftar pencarian orang di Kaw (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang kurir JNT Cargo dibuat terkejut saat hendak mengantarkan sebuah kulkas pesanan online dengan sistem pembayaran di tempat (COD) ke alamat atas nama Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penganiayaan dan penyekapan. Momen tersebut bahkan menjadi perhatian warga sekitar.

Peristiwa itu dialami Viki Ramdani ketika menjalankan tugas mengirim paket ke Kampung Tegallame, Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, pada Rabu (24/6/2026). Barang yang dibawanya berupa kulkas dengan nama penerima Taufik Hidayat.

Awalnya, Viki tidak menaruh curiga ketika melihat nama penerima. Ia mengira nama tersebut hanya kebetulan sama dengan tersangka yang sedang ramai diberitakan.

"Saya ngirim ke sana itu sekitar jam 14.30 WIB. Saya awalnya mikir mungkin namanya ada yang sama di daerah situ, jadi nggak mikir ke si Tersangka Taufik. Tapi pas lihat alamatnya, tapi sama seperti yang ada di KTP yang beredar," ujar Viki, seperti dilansir Jumat (26/6/2026).

Sebelum menuju lokasi, Viki sempat meminta kepastian kepada rekannya sesama kurir, Yogi Ginanjar. Ia berharap ada informasi bahwa alamat tersebut merupakan milik orang lain yang kebetulan memiliki nama serupa.

"Saat mau mengantarkan paket ke lokasi, saya nanya ke Ogi. Karena kan wilayah pengirimannya sama kaya saya, siapa tahu dia pernah ngirim ke sana. Saya nanya biar mastiin lagi, takutnya ada Taufik lain selain pelaku. Dia bilang tidak tahu," katanya.

Baca Juga: KSP Akui Operasional Kopdes Merah Putih Hadapi Sejumlah Kendala, Koordinasi Terus Diperkuat

Setelah tidak memperoleh informasi tambahan, Viki tetap melanjutkan pengiriman sesuai alamat yang tercantum pada paket. Setibanya di lokasi, ia memarkirkan mobil kargo di tepi jalan karena rumah tujuan berada di dalam gang sempit. Mengingat ukuran paket yang besar, ia kemudian berjalan masuk sambil menanyakan alamat kepada warga sekitar.

"Saya nanya ke warga, mudah-mudahan ada Taufik yang saya pikirkan dari tadi (tersangka). Saya turun dari mobil, nanya ke warga soalnya barangnya besar," jelasnya.

Reaksi warga justru di luar dugaan. Saat mendengar nama Taufik Hidayat disebut, mereka mengaku terkejut hingga mengira Viki merupakan petugas intelijen yang menyamar sebagai kurir paket.

"Pas saya nyari Taufik Hidayat, warga kaget, sangka saya intel berkedok tukang paket. Dia ngomong lagi, kan sudah ketangkep Taufiknya kemarin-kemarin. Saya ngejawab, bukan untuk nangkap, saya cuma mau ngirim paket. Di situ warga jawab nama Taufik cuma satu," ucapnya.

Dari penjelasan warga, Viki mengetahui rumah tersebut sudah tidak lagi dihuni sejak kasus kriminal yang menjerat Taufik Hidayat mencuat. Kondisi itu membuat paket kulkas tidak dapat diserahkan kepada penerima.

"Terus katanya rumahnya juga kosong setelah kejadian itu. Setelah itu, karena paketnya COD senilai Rp 1,6 juta. Saya balik lagi aja ke mobil," jelasnya.

Karena tidak ada penerima di lokasi, Viki memutuskan mengembalikan barang tersebut. Ia hanya mengambil foto lingkungan sekitar sebagai bukti untuk proses retur.

"Saya nggak ke atas. Saya cuma ngefotoin lingkungan untuk retur barang. Terus di paketnya di aplikasinya juga, tidak ada nomor tertera, berbeda dengan paket lain. Jadi tidak ada nomor penerima yang bisa dihubungi," tambahnya.

x|close