Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah mendorong berkembangnya berbagai desa tematik di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya adalah desa melon, desa padi, hingga desa yang berfokus pada peternakan ayam petelur.
Menurut Yandri, kehadiran dua program prioritas pemerintah tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa, terutama dalam memperoleh akses terhadap makanan bergizi seperti telur dan daging ayam dengan lebih mudah.
“Semenjak ada MBG, alhamdulillah, mereka merasakan manfaatnya, termasuk tadi lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Nah, termasuk juga tadi Koperasi Desa Merah Putih,” katanya, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menjelaskan, saat ini banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah menjalin kemitraan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
Baca Juga: Cak Imin Sambut Baik Perbaikan Tata Kelola MBG, Prioritaskan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Selain itu, Yandri menilai KDKMP memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi desa. Koperasi tersebut tidak hanya menjadi sarana pemerataan ekonomi, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa 20 persen sisa hasil usaha koperasi akan menjadi pendapatan asli desa, sedangkan 80 persen sisanya akan kembali kepada warga.
“Termasuk akan mengurangi pengangguran di desa, karena tenaga kerja yang akan bekerja di Kopdes itu diambil dari desa setempat,” katanya.
Yandri juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan 10 asosiasi desa guna membahas implementasi MBG dan KDKMP. Dalam forum tersebut, seluruh asosiasi yang hadir menyatakan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan kedua program nasional tersebut.
Sementara itu, Ketua PAPDESI Wargiyati yang mewakili 10 asosiasi desa menegaskan dukungannya terhadap program MBG dan KDKMP. Menurutnya, MBG telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat desa sekaligus membuka peluang kerja melalui keterlibatan warga sebagai relawan.
Baca Juga: Petani hingga Emak-emak Pasang Badan Tolak Penghapusan MBG: Kakak Mahasiswa, Jangan Rampas Hak Kami!
"MBG juga menjadi pendorong utama pembentukan desa tematik, seperti desa melon, desa padi, desa tomat, desa ayam pedaging, hingga desa ayam petelur dan lain-lain untuk menyiapkan rantai pasok bahan baku yang memberi dampak pengganda (multiplier effect) serta meningkatkan perputaran ekonomi desa," kata Wargiyati.
Ia menambahkan, program MBG turut membantu memenuhi kebutuhan pangan kelompok rentan dan peserta didik yang membutuhkan asupan gizi yang cukup. Kelompok sasaran tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, lansia, balita, siswa SD, SMP, SMA, hingga masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Kami Asosiasi Desa mendukung penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai lokomotif penggerak ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga dan menuntaskan angka kemiskinan," katanya.
Lebih lanjut, Wargiyati menilai pembangunan KDKMP telah dan akan terus memberikan manfaat berupa penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, memperluas kesempatan kerja bagi warga desa, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap aktivitas ekonomi.
Karena memiliki peran yang sangat penting bagi pembangunan desa, asosiasi desa berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan tata kelola MBG maupun KDKMP. Langkah tersebut dinilai penting agar kedua program prioritas nasional itu dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi masyarakat desa.
(Sumber: Antara)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026 (Antara)