Polri Tangkap Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama dari Malaysia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 17:25
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggiring Frans Antoni (FA), seorang pihak pengendali keuangan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggiring Frans Antoni (FA), seorang pihak pengendali keuangan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengamankan Frans Antoni (FA), sosok yang diduga berperan sebagai pengendali keuangan dalam jaringan narkotika internasional yang dikendalikan buronan Fredy Pratama.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa Frans dibawa dari Malaysia dan diterbangkan ke Jakarta pada Jumat siang.

Berdasarkan pantauan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Frans tiba sekitar pukul 15.28 WIB pada Jumat sore, 19 Juni 2026.

Saat tiba, Frans terlihat mengenakan pakaian serba gelap dengan kacamata, baju hitam, celana abu-abu, dan sepatu hitam. Ia langsung digiring petugas menuju gedung pemeriksaan dalam kondisi tangan terborgol.

Di belakang Frans, petugas juga membawa seorang perempuan yang menutupi wajahnya menggunakan masker.

Ketika sejumlah wartawan mencoba meminta keterangan, Frans tidak memberikan respons apa pun. Ia hanya mengikuti arahan petugas yang membawanya masuk ke dalam gedung Bareskrim.

Frans diduga memiliki peran penting dalam mengatur aliran dana jaringan narkotika yang dikendalikan Fredy Pratama, seorang warga negara Indonesia yang masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2014.

Fredy dikenal sebagai gembong narkotika jaringan internasional yang disebut-sebut mengendalikan operasi peredaran narkoba dari Thailand. Selama bertahun-tahun, aparat penegak hukum terus memburu keberadaannya sekaligus membongkar jaringan yang berada di bawah kendalinya, termasuk pihak-pihak yang diduga mengatur dan mengelola keuangan hasil bisnis narkotika tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close