Kepala Bakom Qodari Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan karena Jadi Mandat Rakyat kepada Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jun 2026, 13:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom) Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) Muhammad Qodari. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena merupakan amanat yang diberikan masyarakat melalui proses demokrasi.

Menurut Qodari, jauh sebelum maju dalam kontestasi pemilihan presiden dua tahun lalu, Prabowo telah menyampaikan visi, misi, serta program-program unggulannya kepada publik. Salah satu program yang menjadi prioritas dalam agenda tersebut adalah MBG.

Ia menjelaskan, kemenangan Prabowo dalam pemilihan presiden menunjukkan bahwa mayoritas rakyat memberikan kepercayaan sekaligus mandat untuk merealisasikan seluruh program yang telah dijanjikan selama masa kampanye, termasuk program MBG.

"Bahwa yang namanya MBG tidak bisa diminta langsung berhenti. Karena itu adalah visi-visi dan kontrak politiknya Pak Prabowo. Presiden Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, (program tersebut) tidak bisa diberhentikan," kata Qodari dalam keterabgannya, Rabu, 17 Juni 2026.

Baca Juga: Bertemu Menteri Singapura, Pramono Siapkan Lompatan Baru Jakarta

Qodari menuturkan, program MBG dilandasi tujuan yang sangat penting, yakni membantu mengatasi persoalan gizi yang masih dialami sebagian anak-anak dan balita di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan generasi muda apabila tidak ditangani dengan baik.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa pelaksanaan MBG di lapangan menghadapi sejumlah kendala dan tantangan. Namun, menurutnya, berbagai hambatan tersebut seharusnya tidak dijadikan alasan untuk menghentikan program yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat luas.

Ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari berbagai pihak guna menyempurnakan pelaksanaan program tersebut. Pemerintah juga terus melakukan pembenahan dalam aspek tata kelola agar implementasi MBG semakin efektif dan tepat sasaran.

"Salah besar kalau justru menuntut Pak Prabowo untuk menghentikan program itu. Karena itu justru janji kampanyenya," jelasnya.

Lebih lanjut, Qodari menyampaikan bahwa MBG bukan satu-satunya program yang dirancang sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Beragam kebijakan pemerintahan Prabowo, kata dia, juga ditujukan untuk menjawab tantangan di berbagai sektor.

Sebagai contoh, pemerintah tengah berupaya menghentikan praktik-praktik kecurangan dalam ekspor sumber daya alam strategis sekaligus meningkatkan penerimaan negara melalui penerapan sistem ekspor satu pintu.

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/6/2026) ANTARA/Prisca Triferna <b>(Antara)</b> Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/6/2026) ANTARA/Prisca Triferna (Antara)

Selain itu, akses pendidikan bagi kelompok masyarakat kurang mampu juga diperluas melalui Program Sekolah Rakyat (SR), yang diharapkan dapat membuka kesempatan belajar yang lebih merata.

Qodari menilai seluruh kebijakan tersebut merupakan bagian dari agenda besar transformasi nasional yang bertujuan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan yang masih dihadapi Indonesia.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada Presiden Prabowo menyelesaikan program-program yang telah dirancang selama masa kepemimpinannya.

"Ketika Pak Prabowo menjabat, beliau berusaha menjalankan solusi itu. Nah, berikan kesempatan kepada beliau untuk melaksanakan," pungkas dia.

x|close