Ketegangan AS-Israel Meningkat, Pentagon Naikkan Status Ancaman Mata-mata Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Hubungan antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami peningkatan ketegangan di tengah kekhawatiran Washington terhadap aktivitas intelijen Tel Aviv. Israel disebut semakin agresif dalam melakukan pengumpulan informasi terhadap mitranya tersebut.

Dilansir dari AFP, Senin, 8 Juni 2026, Pentagon telah meningkatkan penilaian ancaman kontraintelijen yang berkaitan dengan Israel ke level yang lebih tinggi. Langkah itu diambil setelah muncul kekhawatiran mengenai dugaan aktivitas spionase yang menyasar pejabat tinggi pemerintahan AS.

Badan Intelijen Pertahanan Pentagon (DIA) menyebut kemampuan Israel dalam menjalankan operasi mata-mata dan pengumpulan informasi teknis berada pada kategori "kritis".

Peningkatan kewaspadaan tersebut dipicu oleh dugaan bahwa Israel berupaya memperoleh informasi mengenai proses pertimbangan internal dan pengambilan keputusan Presiden AS Donald Trump terkait konflik yang berlangsung di Timur Tengah.

Kekhawatiran serupa sebelumnya juga mencuat melalui laporan The New York Times yang mengungkap dugaan upaya Israel menyadap percakapan sejumlah pejabat senior AS. Di antaranya adalah negosiator utama pemerintahan Trump, Steve Witkoff, serta pejabat kebijakan utama Pentagon, Elbridge Colby.

Baca Juga: Timnas 7 Negara Ini Sudah Tiba di Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026

Di tengah isu tersebut, hubungan kedua negara juga dibayangi dinamika konflik regional. Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran yang kemudian memicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Meski menjadi sekutu dekat, hubungan pribadi antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut mengalami kerenggangan sejak konflik tersebut berkembang.

Trump dilaporkan beberapa kali menyampaikan teguran keras kepada Netanyahu melalui sambungan telepon terkait ancaman serangan Israel terhadap Beirut, ibu kota Lebanon. Presiden AS khawatir langkah militer tersebut dapat mengganggu jalannya perundingan yang sedang diupayakan dengan Iran.

Perkembangan ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv mengenai strategi menghadapi situasi keamanan di Timur Tengah, meskipun kedua negara tetap memiliki hubungan kerja sama yang erat dalam berbagai bidang strategis.

x|close