Qodari: Program Komcad ASN Bukan Bentuk Militerisasi Tapi Amanat Konstitusi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 12:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari (Bakom)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan bahwa program Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak dapat dimaknai sebagai bentuk militerisasi yang dilakukan pemerintah. Menurut Bakom, kewajiban bela negara bagi seluruh warga negara, termasuk ASN, telah diatur dalam konstitusi.

"Sama sekali tidak (militerisasi). Tergantung kacamata-nya, perspektif-nya, seperti yang saya sampaikan tadi bahwa memang amanahnya ada di konstitusi kita untuk bela negara," ujar Kepala Bakom RI, M Qodari di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 5 Juni 2026.

Qodari menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas dan besar memerlukan tingkat ketangguhan yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan dibandingkan negara lain.

"Sekali lagi kita bangsa yang besar ya, kita, kita adalah negara kepulauan, kita harus memiliki ketangguhan yang lebih dibandingkan negara lain," katanya.

Baca Juga: Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 Rp24 Triliun untuk 5,5 Juta ASN dan Pensiunan

Ia juga menilai dinamika global saat ini berkembang sangat cepat dan sulit diprediksi. Oleh karena itu, Indonesia perlu menyiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan yang dapat terjadi di masa mendatang.

"Memang kita harus punya, iya, dua skenario, tiga skenario, ada plan A, ada plan B. Kita punya TNI, tapi juga kita haris punya komponen cadangan. Apalagi dalam situasi dan dinamika global seperti sekarang ini yang betul-betul sangat dinamis dan kadang-kadang di luar prediksi," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menyelesaikan pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan ASN gelombang I tahun 2026. Program tersebut diikuti oleh 1.758 ASN yang berasal dari 49 kementerian dan lembaga.

Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, menjelaskan bahwa peserta latihan terdiri atas 1.292 pria dan 466 wanita. Kegiatan Latsarmil berlangsung sejak 22 April hingga 5 Juni 2026 dan ditutup melalui upacara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 5 Juni 2026.

"Peserta latihan dasar kemiliteran komponen cadangan ASN dari 49 kementerian/lembaga Gelombang I tahun anggaran 1.758 orang, terdiri dari pria 1.292 orang, wanita 466 orang. Latsarmil dilaksanakan tanggal 22 April sampai dengan 5 Juni 2026," ujar Gabriel dalam laporannya saat upacara penutupan.

x|close