Prabowo Akui Sedih Ganti Pimpinan BGN, Tegaskan Hal Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 10:02
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto pada acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat Prabowo Subianto pada acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku berat hati ketika harus mengganti sejumlah pimpinan yang sebelumnya diberi kepercayaan untuk menjalankan tugas negara, termasuk di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi memastikan program-program strategis pemerintah tetap berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, 3 Juni 2026.

"Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," kata Prabowo.

Meski demikian, Kepala Negara memilih tidak memberikan komentar lebih jauh terkait pergantian tersebut karena pihak-pihak yang bersangkutan saat ini sedang menjalani proses hukum.

"Saya tidak mau banyak komentar karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya memengaruhi," ujarnya.

Prabowo menjelaskan bahwa keputusan itu tidak diambil secara tergesa-gesa. Ia mengaku teringat pesan mendiang ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkan agar kepentingan rakyat menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan.

"Saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat: berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," tuturnya.

Menurut Prabowo, keputusan mengganti pimpinan dilakukan setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai adanya kekurangan, kejanggalan, hingga dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah. Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, ia meminta pendalaman dari sejumlah lembaga, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Jaga Integritas MBG: Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri!

"Sudah berapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan," kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan sebuah organisasi, terutama lembaga yang mengelola program prioritas nasional.

"Dalam setiap organisasi selalu pengaruh pimpinan sangat, sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur," ujarnya.

Prabowo menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program strategis yang akan menentukan kualitas generasi mendatang sekaligus berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan. Menurutnya, program serupa telah diterapkan di berbagai negara maju untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Program ini adalah sangat penting. Dan program ini kalau berhasil akan menimbulkan suatu kemajuan yang sangat besar untuk ekonomi kita," katanya.

Presiden juga menyoroti dampak ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh keberhasilan program tersebut. Ia meyakini keberadaan dapur-dapur MBG akan menggerakkan perekonomian desa karena hasil produksi petani dan pelaku usaha lokal dapat terserap secara berkelanjutan.

"Kalau dapur-dapur berhasil, kalau program-program ini berjalan dengan benar, berarti ekonomi di desa akan hidup. Petani-petani akan meningkat penghasilannya. Dia tidak akan diganggu oleh tengkulak," ujarnya.

Prabowo memperkirakan bahwa pada tahap puncak pelaksanaan, Program MBG akan menjangkau sekitar 83 hingga 85 juta penerima manfaat melalui sekitar 30.000 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia. Skala program tersebut diperkirakan mampu menciptakan hingga tiga juta lapangan pekerjaan, baik formal maupun di sektor ekonomi pedesaan.

Prabowo Subianto pada acara Building Indonesia&rsquo;s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat <b>(Sekretariat Presiden)</b> Prabowo Subianto pada acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Sekretariat Presiden)

"Kalau nanti program ini berjalan di puncaknya, kita bisa memberi makan 80 sekian juta, 83-85 juta. 30.000 dapur berjalan dengan benar dan baik. Kita bisa menghasilkan 1,5 juta pekerjaan formal dan mungkin 1,5 juta lagi pekerjaan yang nyata di ekonomi pedesaan. 3 juta lapangan kerja," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia yang dipersiapkan untuk memimpin operasional dapur MBG di berbagai daerah.

"Saudara-saudara adalah salah satu unsur utama dari keberhasilan program ini. Kita telah mendidik saudara, merekrut saudara, menggembleng saudara, menanam nilai-nilai cinta tanah air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa," kata Prabowo.

Sebelumnya, pemerintah menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Selain itu, Agustina Arumsari dan Trenggono ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

Sementara itu, Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di BGN periode 2025–2026.

x|close