Isi Hasil Pemeriksaan Kesehatan Trump

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jun 2026, 09:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi isyarat di lokasi pembangunan ruang dansa Gedung Putih yang sedang berlangsung di Washington, DC, AS, 19 Mei 2026. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi isyarat di lokasi pembangunan ruang dansa Gedung Putih yang sedang berlangsung di Washington, DC, AS, 19 Mei 2026. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)

Ntvnews.id, Washington D.C - Gedung Putih mempublikasikan hasil pemeriksaan kesehatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat, 29 Mei 2026 malam, disertai memorandum dari dokter kepresidenan yang menyatakan kondisi kesehatannya sangat baik. Meski demikian, tim medis merekomendasikan agar Trump menurunkan berat badan dan meningkatkan aktivitas fisik.

Dilansir dari CNN, Senin, 1 Juni 2026, Dalam laporan yang ditandatangani dokter Gedung Putih, Dr. Sean Barbabella, disebutkan bahwa Trump berada dalam kondisi fisik yang prima dengan fungsi organ vital yang tetap terjaga.

"Presiden Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menunjukkan fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik secara keseluruhan yang kuat," tulis dokter Gedung Putih, Dr. Sean Barbabella.

"Kinerja kognitif dan fisik sangat baik. Ia sepenuhnya layak untuk menjalankan semua tugas Panglima Tertinggi dan Kepala Negara," tutur dia lagi.

Baca Juga: Netanyahu Kecewa Trump Dinilai Melunak ke Iran

Selain menilai kondisi kesehatan presiden, Barbabella juga mengungkapkan bahwa Trump menerima sejumlah arahan medis preventif selama pemeriksaan. Rekomendasi tersebut mencakup pola makan yang lebih sehat, konsumsi aspirin dosis rendah, peningkatan aktivitas olahraga, serta program penurunan berat badan secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terbaru, Trump memiliki tinggi badan 6 kaki 3 inci dengan berat 238 pon atau sekitar 108,8 kilogram. Angka tersebut meningkat dibandingkan pemeriksaan pada April lalu ketika berat badannya tercatat 224 pon atau sekitar 101,6 kilogram.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di Walter Reed National Military Medical Center pada Selasa lalu. Kunjungan tersebut menjadi pemeriksaan medis ketiga yang dijalani Trump sejak menjabat kembali sebagai presiden dan menjadi kepala negara tertua yang pernah dilantik di Amerika Serikat.

Sebelum pemeriksaan berlangsung, Gedung Putih menyatakan agenda tersebut meliputi evaluasi kesehatan tahunan rutin, termasuk pemeriksaan medis umum dan kesehatan gigi. Hal itu dilakukan meskipun Trump diketahui telah dua kali mengunjungi dokter gigi di Florida sepanjang tahun ini.

Usai menjalani pemeriksaan, Trump sempat memberikan komentar singkat melalui akun Truth Social miliknya.

"Semuanya diperiksa dengan Sempurna."

Arsip foto Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. <b>(Antara)</b> Arsip foto Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Sejak kembali ke Gedung Putih pada 2025, kondisi kesehatan Trump terus menjadi perhatian publik. Berbagai spekulasi mengenai kesehatannya mendorong pemerintah AS untuk lebih terbuka dalam mengungkap informasi terkait kondisi fisik presiden.

Salah satu isu yang sempat menjadi sorotan adalah pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki yang muncul pada musim panas tahun lalu. Gedung Putih menjelaskan kondisi tersebut disebabkan insufisiensi vena kronis, yakni gangguan pada katup pembuluh darah yang menyebabkan darah menumpuk di pembuluh vena.

Dalam laporan terbarunya, Barbabella menyebut kondisi tersebut menunjukkan perkembangan positif.

"Terdapat sedikit pembengkakan pada kaki bagian bawah, dengan perbaikan dibandingkan tahun lalu."

Selain itu, Trump juga beberapa kali terlihat mengalami memar pada tangan selama masa jabatan keduanya. Gedung Putih menjelaskan memar tersebut merupakan dampak dari intensitas berjabat tangan yang tinggi dan kerap ditutupi dengan riasan dalam dokumentasi foto.

Laporan medis juga mengungkap bahwa Trump menjalani pemeriksaan neurologis menyeluruh dengan hasil yang menunjukkan fungsi saraf dan kemampuan motorik yang normal.

Menurut dokter, pemeriksaan tersebut menunjukkan "status mental normal, saraf kranial utuh, kekuatan motorik normal, sensasi, refleks, gaya berjalan, dan keseimbangan."

Di bidang kesehatan jantung, hasil evaluasi yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan menunjukkan kondisi jantung Trump tergolong baik untuk usianya.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Lanjutkan Serangan ke Iran

"Analisis elektrokardiogram (EKG) yang ditingkatkan AI memperkirakan usia jantungnya... sekitar 14 tahun lebih muda dari usia kronologisnya."

Barbabella juga mencatat bahwa Trump masih rutin mengonsumsi aspirin, meskipun tidak merinci dosis yang digunakan. Sebelumnya, Trump mengungkapkan kepada Wall Street Journal bahwa dirinya mengonsumsi aspirin 325 miligram per hari, lebih tinggi dibanding dosis preventif yang umumnya direkomendasikan dokter.

"Mereka mengatakan aspirin baik untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya," kata Trump kepada WSJ.

"Saya ingin darah yang encer mengalir melalui jantung saya. ... Mereka lebih suka saya mengonsumsi dosis yang lebih kecil. Saya mengonsumsi dosis yang lebih besar, tetapi saya telah melakukannya selama bertahun-tahun, dan yang terjadi adalah, itu menyebabkan memar."

Dalam pemeriksaan terbaru, Trump juga kembali menjalani Tes Penilaian Kognitif Montreal yang digunakan untuk mendeteksi gangguan kognitif ringan dan demensia dini. Hasilnya menunjukkan skor sempurna, yakni 30 dari 30 poin, menandakan tidak adanya indikasi gangguan fungsi kognitif.

x|close