Golkar Tegaskan Identitas Nasionalis Religius di Milad MDI ke-48

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Mei 2026, 18:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily di Milad MDI ke-48 Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily di Milad MDI ke-48 (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily menegaskan Partai Golkar terus memperkuat pendekatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan bangsa melalui berbagai kegiatan spiritual dan organisasi keumatan, salah satunya Majelis Dakwah Islamiah (MDI) yang didirikan Partai Golkar.

Hal tersebut disampaikan Ace Hasan Syadzily saat menghadiri Acara Istigosah dan Tasyakur Milad MDI ke-48 di DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu, 24 Mei 2026.

Menurut Ace, Partai Golkar memandang pembangunan bangsa tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan material, tetapi juga harus dibarengi pembangunan spiritual masyarakat.

“Ya, Partai Golkar sendiri adalah partai Nasionalis Religius ya. Kita sangat meyakini bahwa pembangunan bangsa itu bukan hanya saja aspek material, tetapi juga penting membangun spiritualitas bangsa. Dan spiritualitas bangsa itu menjadi salah satu komponen penting untuk menjaga agar kemakmuran, ya, kesejahteraan bisa diwujudkan dengan cara membangun jiwa masyarakat,” ujar Ace.

Ia mengatakan agama memiliki peran penting sebagai sumber nilai dan etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik bagi pemerintah maupun masyarakat luas.

Baca Juga: Waketum Golkar Idrus Marham Soroti Kinerja Pemerintahan dan Tegaskan Presiden Berhak Evaluasi Menteri

“Nah, tentu agama itu berfungsi menjadi salah satu sumber nilai dan etika bagi penyelenggara negara maupun bagi masyarakat sendiri di dalam pembangunan bangsa. Nah, Partai Golkar sebagai Partai Nasionalis Religius memiliki organisasi keagamaan, salah satunya adalah Majelis Dakwah Islamiah (MDI) ini yang hari ini berulang tahun ke-46,” katanya.

Ace menjelaskan MDI sejak awal dibentuk pada era Orde Baru memang diarahkan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan kalangan ulama dalam mendukung pembangunan nasional.

“Kelahiran dari Majelis Dakwah Islamiah dulu di era Orde Baru merupakan instrumen pemerintah untuk membangun silaturahmi antara pemerintah dengan kalangan ulama ya, dalam rangka dakwah yang berorientasi pada pembangunan,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily di Milad MDI ke-48 <b>(Istimewa)</b> Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Tb Ace Hasan Syadzily di Milad MDI ke-48 (Istimewa)

Menurut dia, hingga kini peran MDI masih relevan dalam membantu pemerintah menyosialisasikan berbagai program pembangunan, termasuk mendukung agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto.

“Nah karena itu saya kira peran dan fungsi Majelis Dakwah Islamiah pun hingga saat ini saya kira masih relevan untuk terus memerankan hal tersebut dalam rangka bagaimana kita memastikan program Astacita Bapak Presiden Prabowo bisa diwujudkan,” kata Ace.

Ia menambahkan MDI juga menjadi instrumen komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, khususnya umat Islam di tingkat akar rumput.

“Terutama dalam menjebatani, menjadi alat komunikasi, instrumen komunikasi dari masyarakat untuk umat, dari pemerintah untuk umat ya, demikian juga umat juga bisa mengakses berbagai informasi pelayanan kepada pemerintah. Dan saya kira Majelis Dakwah Islamiah sebagai salah satu instrumen organisasi keagamaan yang selama ini telah banyak berkiprah untuk mewujudkan apa namanya pembangunan spiritualitas di Partai Golkar telah banyak berkontribusi untuk itu,” jelasnya.

Ace mengatakan MDI menjadi salah satu sarana Partai Golkar untuk membangun komunikasi dengan masyarakat bawah melalui jaringan ulama, kiai, ustaz, dan pesantren.

“Ya salah satu instrumen Partai Golkar ya untuk bisa berkomunikasi terutama dengan masyarakat di level bawah yang mereka sangat meyakini terhadap peran dari para ulama, pesantren, ya MDI inilah sebagai instrumennya. Jadi karena itu tentu penggalangan kalangan ulama, kiai, ustaz di kalangan pesantren yang selama ini juga membina umat di daerah-daerah di kampung-kampung, ya melalui Majelis Dakwah Islamiah ini atau melalui MDI ini,” tuturnya.

Baca Juga: Bahlil Tekankan Soliditas Golkar, Perbedaan Politik Tak Boleh Picu Perpecahan

Ia juga menyinggung posisi Partai Golkar yang selama ini menjadi bagian dari pemerintahan sehingga membutuhkan dukungan masyarakat dalam menyukseskan berbagai program nasional.

“Tadi saya sampaikan bahwa secara kebetulan dan saya kira selama ini juga Partai Golkar selalu menjadi bagian dari pemerintahan dan banyak kader Partai Golkar di antaranya Ketua Umum Partai Golkar Bapak Bahlil Lahadalia dipercaya menjadi Menteri ESDM yang bertanggung jawab untuk bagaimana memastikan ketahanan energi, tentu penting sekali untuk mendapatkan dukungan juga dari kalangan masyarakat,” kata Ace.

Menurut dia, MDI dapat membantu menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat, termasuk soal pentingnya penghematan energi.

“Misalnya beliau menekankan pentingnya untuk penghematan energi, instrumen yang bisa menjelaskan kepada masyarakat terkait dengan program-program tersebut ya salah satunya melalui Majelis Dakwah Islamiah ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ace juga menyoroti capaian MDI yang berhasil mencatatkan Guinness Book of Record melalui penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Disabilitas.

“Satu hal yang perlu saya sampaikan bahwa alhamdulillah ya di bawah kepemimpinan Bapak Kyai Khoirul Anam, MDI telah mencetakkan rekor, bukan rekor MURI lagi tetapi Guinness Book of Record untuk menyelenggarakan MTQ Disabilitas,” katanya.

Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Partai Golkar melalui MDI memiliki komitmen inklusif terhadap kelompok disabilitas.

“Ya ini pertama kali saya kira di dunia, kelompok disabilitas dapat ya, bukan saja membaca tetapi atau menghafal Alquran, tetapi mereka memiliki kemahiran, kefasihan, dan kemampuan yang tinggi untuk dikompetisikan di dalam forum namanya MTQ Disabilitas. Dan ini merupakan hal yang pertama dilakukan oleh Majelis Dakwah Islamiah,” ucap Ace.

“Ini juga menunjukkan bahwa Partai Golkar adalah partai yang inklusif ya melalui MDI ya, bahwa no one left behind, tidak ada siapapun dari warga negara termasuk orang yang memiliki keterbatasan fisik itu juga harus ditempa atau harus memiliki kemampuan untuk bisa memahami, membaca, menghafal Alquran secara baik gitu,” lanjutnya.

Ace menambahkan final MTQ Disabilitas nantinya akan digelar di Jawa Tengah dan diharapkan menjadi simbol keberpihakan Golkar terhadap kelompok rentan.

“Nah maka dengan MTQ yang nanti finalnya akan dilaksanakan di Jawa Tengah tentu merupakan satu apa namanya terobosan yang luar biasa dari Majelis Dakwah Islamiah yang bisa menjadi salah satu keunikan tersendiri bahwa Partai Golkar melalui MDI memang inklusif dan berpihak kepada kelompok-kelompok yang memang saya kira perlu mendapatkan perhatian salah satunya adalah kelompok disabilitas,” tandasnya.

x|close