Ntvnews.id, Jakarta - Keterlibatan Hendrikus Rahayaan (HR) dalam kasus tewasnya Agrapinus Rumatora alias Nus Kei menghadirkan ironi besar dalam perjalanan hidupnya. Sosok yang sebelumnya dikenal berprestasi di bidang olahraga dan memiliki latar belakang pendidikan hukum itu kini justru berada di tengah pusaran kasus kriminal yang menyita perhatian publik.
Hendrikus Rahayaan, pria berusia 28 tahun asal Kota Tual, bukan nama asing di lingkungan olahraga bela diri. Ia pernah mencatatkan prestasi sebagai juara Muaythai tingkat nasional, serta mengoleksi sejumlah medali dari cabang wushu dan MMA, termasuk pada ajang Pra-PON dan PON. Rekam jejak tersebut menempatkannya sebagai atlet yang cukup diperhitungkan.
Tak hanya di bidang olahraga, Hendrikus juga sempat menempuh pendidikan hukum di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Latar belakang akademik ini memperlihatkan bahwa ia memiliki fondasi pengetahuan yang seharusnya menjauhkan dirinya dari persoalan hukum.
Baca Juga: Usai Sabet Juara Bundesliga, Bayern Muenchen Incar Trofi Liga Champions Juga Piala Jerman
Namun, perjalanan hidupnya kini justru berbalik arah. Hendrikus menjadi salah satu dari dua orang yang diamankan aparat kepolisian terkait kasus penikaman yang menewaskan Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara, Minggu (19/4/2026). Satu tersangka lain berinisial FU (36).
Sorotan terhadap Hendrikus semakin menguat setelah diketahui bahwa ia memiliki hubungan kekerabatan dengan John Kei, figur yang selama ini dikenal dalam berbagai konflik kelompok di Jakarta. Koneksi ini memunculkan dugaan bahwa peristiwa yang terjadi bukan sekadar tindak kriminal spontan, melainkan memiliki akar konflik yang lebih panjang.
Peristiwa penikaman itu sendiri berlangsung sekitar pukul 10.45 WIT, saat Nus Kei baru tiba dari Ambon. Setelah sempat berbincang dengan keluarga di area pintu keluar bandara, korban tiba-tiba diserang oleh seorang pria yang mengenakan jaket merah dan masker.
Serangan terjadi begitu cepat. Kakak korban sempat melawan dan bahkan berhasil menjatuhkan pelaku. Namun, pelaku akhirnya berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Alasan Bunga Zainal Ribut dengan Keluarga, Gegara Nikah Tak Direstui Orang Tua
Korban yang mengalami luka serius sempat berupaya menyelamatkan diri, tetapi nyawanya tidak tertolong meskipun telah mendapatkan penanganan medis.
Penyidik kini mendalami berbagai kemungkinan, termasuk apakah pelaku telah mengetahui jadwal kedatangan korban sebelumnya. Jika hal tersebut terbukti, maka dugaan adanya perencanaan matang dalam aksi ini semakin kuat.
Motif yang mengemuka mengarah pada konflik lama antara Nus Kei dan John Kei, termasuk sengketa yang pernah memicu bentrokan di Bekasi pada 2023. Hubungan keduanya selama ini dikenal penuh dinamika dan diwarnai saling klaim terkait ikatan keluarga.
Dalam konteks ini, posisi Hendrikus menjadi krusial. Jika keterlibatannya terbukti dan dikaitkan dengan relasi kekerabatannya dengan John Kei, maka kasus ini tidak hanya mencerminkan konflik antarindividu atau kelompok, tetapi juga memperlihatkan bagaimana persoalan lama dapat merembet ke ranah personal dalam lingkup keluarga.
Hendrikus Rahayaan (HR) Pembunuh Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (Instagram)