Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengecam maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di sejumlah pondok pesantren di berbagai daerah. Ia pun meminta pemerintah daerah segera membuka layanan darurat atau hotline untuk menangani kasus kekerasan seksual secara cepat.
Permintaan itu disampaikan Cak Imin dalam sambutannya pada acara Temu Nasional Pondok Pesantren: Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual, Senin, 18 Mei 2026.
“Kepada semua pemerintah daerah, saya berharap betul, buka hotline, buka hotline se-hotline-hotline-nya kira-kira begitu,” kata Cak Imin.
Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang dinilai cepat merespons persoalan kekerasan seksual dengan membuka layanan pengaduan.
"Terima kasih Bu Arifah (Menteri PPPA) juga respons cepat Menteri Pemberdayaan Perempuan," ujar dia.
Baca Juga: BULOG Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
Menurut Cak Imin, layanan pengaduan tersebut perlu diperluas hingga ke tingkat paling bawah agar masyarakat lebih mudah melaporkan berbagai kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan maupun pesantren.
Acara Temu Nasional Pondok Pesantren tersebut turut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren KH Said Aqil Siradj, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (NTVnews)
Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga menyoroti tingginya angka kekerasan yang terjadi di berbagai lini kehidupan, mulai dari kekerasan fisik, mental, hingga seksual.
“Peristiwa kekerasan, baik kekerasan fisik, mental, maupun kekerasan seksual di seluruh lini terjadi. Saya secara pribadi berkesimpulan sudah sampai pada level darurat kekerasan," ujar Cak Imin.
Sebelumnya, Cak Imin juga menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual di pesantren tidak layak disebut sebagai kiai, melainkan oknum yang mencoreng nama baik pesantren.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (NTVnews)