Koops TNI Habema Bantah Terlibat Ledakan di Dekat Gereja Intan Jaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Mei 2026, 09:20
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Ilustrasi ledakan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi Ilustrasi - Ilustrasi ledakan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Komando Operasi (Koops) TNI Habema menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterlibatan dalam insiden ledakan yang terjadi di luar area Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Minggu, 17 Mei 2026.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol (Inf) Wirya Arthadiguna, menyampaikan penyesalannya atas munculnya pemberitaan serta narasi di media sosial yang langsung menuding TNI/Polri sebagai pelaku insiden tersebut.

"Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut," kata Wirya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Baca Juga: Kapolres Pastikan Pimpinan KKB Intan Jaya Undius Kogoya Tewas di Wandai

Wirya menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sejumlah bukti yang mengarah pada kesimpulan bahwa TNI tidak terlibat dalam aksi peledakan itu.

Salah satu bukti yang dimaksud adalah jenis granat yang ditemukan di lokasi kejadian tidak sesuai dengan standar granat milik TNI.

Selain itu, dia menegaskan bahwa TNI tidak pernah memakai pesawat nirawak atau drone peledak untuk menyerang warga sipil, apalagi di tempat ibadah.

Menurut dia, tindakan tersebut bertentangan dengan tugas utama TNI di Papua yang selama ini difokuskan pada upaya menjaga keamanan serta memberikan perlindungan kepada masyarakat setempat.

"TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua," ucap dia.

Koops Habema hingga kini masih terus melakukan penelusuran guna mengungkap pihak yang berada di balik aksi teror tersebut.

Baca Juga: 14 Anggota KKB Tewas dalam Kontak Tembak di Homeyo, Intan Jaya

Dalam proses penyelidikan itu, Wirya meminta masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya," kata Wirya.

Dia juga menduga bahwa ledakan tersebut kemungkinan merupakan bentuk provokasi dari pihak tertentu yang ingin merusak hubungan antara TNI dan masyarakat Papua.

Sebelumnya diketahui, ledakan terjadi sekitar pukul 17.51 WITA pada Minggu, 17 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, insiden itu menyebabkan empat orang mengalami luka-luka.

(Sumber: Antara)

x|close