Ntvnews.id, Kenya - Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi sorotan publik setelah aksinya menegur peserta yang ribut dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Africa Forward di Nairobi, Kenya, viral di media sosial.
Dilansir dari BBC, Rabu, 13 Mei 2026, Macron menghadiri langsung forum Africa Forward yang mempertemukan lebih dari 30 pemimpin Afrika, pelaku bisnis, serta pengusaha muda dari berbagai negara.
Momen itu terjadi ketika Macron naik ke atas panggung dan mengambil mikrofon untuk menghentikan kebisingan di ruangan saat seorang pembicara tengah menyampaikan presentasi. Ia menilai suasana yang gaduh menunjukkan kurangnya penghormatan kepada para pembicara.
"Permisi semuanya, hei, hei, hei. Maaf, tetapi tidak mungkin untuk berbicara tentang budaya, memiliki orang-orang seperti itu, yang sangat bersemangat, datang ke sini, berpidato, dengan kebisingan seperti itu," kata Macron dalam bahasa Inggris.
Baca Juga: Macron Kecam Serangan ke Kapal Prancis di Selat Hormuz
"Jadi, ini benar-benar kurangnya rasa hormat. Saya sarankan, jika Anda ingin melakukan pertemuan bilateral, atau membicarakan hal lain, Anda harus menggunakan ruang bilateral atau keluar ruangan."
Kehadiran Macron di Kenya merupakan bagian dari agenda KTT yang diikuti lebih dari 30 pemimpin Afrika. Pemerintah Prancis disebut tengah berupaya membangun kerja sama dan kemitraan baru di tengah melemahnya pengaruh Paris di sejumlah negara bekas koloninya di Afrika.
Africa Forward Summit menjadi forum pertama yang digelar Prancis di negara berbahasa Inggris di kawasan Afrika. Agenda tersebut juga berlangsung setelah serangkaian kemunduran pengaruh Prancis di Afrika Barat, di mana beberapa negara berbahasa Prancis mulai mengurangi hubungan keamanan dan kerja sama ekonomi dengan Paris.
Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa.) (Antara)