PM Inggris Keir Starmer Didesak Mundur Usai Partai Buruh Alami Kekalahan Besar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 16:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan istrinya Victoria Starmer memberikan suara mereka (7/5/2026). Jutaan pemilih di Inggris pergi ke tempat pemungutan suara untuk pemilihan lokal, yang dianggap sebagai pemilu paling komprehensif sejak pemilihan umum 2024. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan istrinya Victoria Starmer memberikan suara mereka (7/5/2026). Jutaan pemilih di Inggris pergi ke tempat pemungutan suara untuk pemilihan lokal, yang dianggap sebagai pemilu paling komprehensif sejak pemilihan umum 2024. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, London - BBC melaporkan sejumlah menteri senior kabinet Inggris mendesak Perdana Menteri Keir Starmer untuk menetapkan jadwal pengunduran dirinya menyusul tekanan politik yang terus meningkat di internal Partai Buruh.

Dalam laporan yang disiarkan Senin, 11 Mei 2026 malam itu, Menteri Dalam Negeri Inggris Shabana Mahmood disebut termasuk di antara pejabat kabinet yang mendorong Starmer segera menentukan waktu pengunduran dirinya.

Namun, BBC menyebut terdapat perbedaan pandangan di dalam kabinet terkait isu tersebut, dan Mahmood berada di kubu minoritas.

Baca Juga: Prabowo–Keir Starmer Bakal Bahas Empat Pilar Bilateral Indonesia–Inggris

Tekanan terhadap Starmer juga datang dari parlemen. Lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh dikabarkan meminta Starmer mundur atau setidaknya menetapkan jadwal pengunduran diri. Selain itu, sedikitnya empat Sekretaris Pribadi Parlemen dilaporkan telah mengundurkan diri.

Sementara itu, Sky News melaporkan Starmer tengah mempertimbangkan sejumlah opsi politik menjelang rapat kabinet yang dijadwalkan berlangsung Selasa pagi waktu setempat.

Desakan terhadap Starmer muncul setelah Partai Buruh mengalami hasil buruk dalam pemilu lokal di Inggris. Partai tersebut kehilangan hampir 1.500 kursi dewan serta kehilangan kendali atas sekitar 40 dewan lokal, termasuk sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis tradisional Partai Buruh.

Baca Juga: PM Inggris Keir Starmer Kirim Jet Tempur ke Qatar, Inggris Siaga Hadapi Eskalasi Konflik Timur Tengah

Meski menghadapi tekanan besar, Starmer menegaskan dirinya tidak berniat mundur dari jabatan perdana menteri maupun kepemimpinan partai.

Saat ditanya mengenai kemungkinan menghadapi penantang di internal partai, Starmer menjawab “ya,” dan kembali menegaskan, "saya tidak akan menyerah".

(Sumber: Antara)

x|close