Oknum TNI Keroyok Pedagang Warung Madura Gegara Qris Berakhir Damai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 16:38
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi prajurit TNI. Ilustrasi prajurit TNI. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perselisihan antara prajurit TNI AD berinisial Sertu AW dan penjaga toko kelontong, Dedi, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya ditutup melalui jalur damai setelah sempat memicu ketegangan serius. Insiden yang terjadi pada Minggu (3/5/2026) itu berkembang menjadi konflik terbuka sebelum kedua pihak dipertemukan dalam mediasi resmi di Polres Metro Jakarta Pusat sehari kemudian.

Proses mediasi yang berlangsung pada Senin (4/5/2026) menjadi titik akhir dari konflik tersebut. Kepolisian memastikan tidak ada kelanjutan perkara secara hukum setelah kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Kesepakatan itu diperkuat dengan penandatanganan surat perdamaian.

"Hasil mediasi itu aja, tidak saling menuntut," ujar Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat.

Dengan adanya dokumen tersebut, aparat menyatakan seluruh konsekuensi hukum dari peristiwa itu dianggap selesai.

"Sudah tanda tangan (surat damai)," lanjut Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat.

Meski secara administratif perkara telah ditutup, dampak dari perselisihan masih dirasakan, terutama oleh pihak penjaga toko. Ketua RT 09 Sumur Batu, Bambang, menyebut kondisi psikologis Dedi belum pulih setelah insiden yang melibatkan lebih dari sepuluh orang tersebut.

"Pak Dedi masih trauma. Rencananya mau pulang kampung ke Madura untuk sementara," ujar Bambang, Ketua RT 09, Sumur Batu.

Baca Juga: Eks Ketua BPK Jadi Saksi yang Ringankan Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook

Sebelumnya, Dedi sempat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati sebelum kembali ke kediamannya di Tanjung Priok. Aktivitas usaha di lokasi kejadian juga terdampak, dengan toko yang biasanya beroperasi 24 jam terpaksa berhenti sementara.

"Info dari Pak Haji pemilik toko, minggu depan sudah buka," tutur Bambang, Ketua RT 09, Sumur Batu.

Bambang menegaskan bahwa mediasi yang difasilitasi kepolisian telah mempertemukan seluruh pihak terkait, termasuk perwakilan TNI, pemilik usaha, dan korban, sehingga tidak ada lagi persoalan yang tersisa.

"Untuk pertemuan, antara pihak, TNI, Pak Haji dan Dedi sudah dimediasi Polres Jakarta Pusat, dan sudah selesai," ujar Bambang, Ketua RT 09, Sumur Batu.

Kesepakatan damai itu juga memastikan tidak ada tuntutan lanjutan dari kedua belah pihak.

"Kedua belah pihak damai. Tidak ada tuntutan apa pun dari kedua belah pihak. Sudah clear semua," lanjut Bambang, Ketua RT 09, Sumur Batu.

Di sisi lain, TNI AD menyampaikan versi kronologi yang berbeda terkait pemicu konflik. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Kolonel Inf Donny Pramono, menjelaskan bahwa keributan bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung.

Baca Juga: Serangan Udara Rusia Tewaskan 17 Warga di Ukraina, Puluhan Luka-luka

"Dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," ujar Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad).

Menurutnya, dalam peristiwa tersebut justru prajurit TNI yang mengalami luka serius akibat tindakan penusukan.

"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung," kata Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad).

Kerusakan yang terjadi di lokasi usaha disebut sebagai konsekuensi dari situasi yang sudah terlanjur memanas saat konflik berlangsung.

"Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh," tutur Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad).

Pihak TNI AD juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar luas di media sosial.

"Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap," tutur Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad).

x|close