Polisi Selidiki Motif 2 PRT Lompat dari Lantai 4 di Benhil hingga 1 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 09:25
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi jenazah ilustrasi jenazah (dok)

Ntvnews.id, Jakarta - Polisi masih menyelidiki motif di balik aksi nekat dua pekerja rumah tangga (PRT) berinisial R (30) dan D (18) yang melompat dari lantai 4 kamar kos milik majikan mereka di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Peristiwa ini menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya, sekaligus menyisakan tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelum kejadian tersebut. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra membenarkan insiden tersebut.

“Benar [satu PRT tewas]. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan” kata Roby kepada wartawan, Kamis (23/4).

Korban D dinyatakan meninggal dunia, sementara R selamat namun mengalami patah tangan dan kini masih menjalani perawatan medis. Kondisi R yang belum stabil membuat penyidik belum bisa menggali keterangan secara mendalam.

“Yang saksi itu masih sakit, dia enggak bisa ngomong,” ujar Roby.

Baca Juga: Khalid Basalamah Bantah Keterlibatan dengan Tersangka Kasus Kuota Haji

Meski belum memperoleh keterangan lengkap dari korban selamat, polisi telah mengumpulkan informasi awal dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

“Kalau keterangan singkat sih sudah ada. Kalau keterangan singkat, tapi kalau keterangan mendalam belum,” tutur Roby.

Dari hasil penelusuran sementara, muncul dugaan bahwa kedua korban nekat melompat karena merasa tidak betah dan berupaya melarikan diri.

“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya enggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4,” kata Roby.

Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersifat awal dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Betul. Ya enggak tahu benar apa enggak, informasi awalnya sih begitu. Makanya masih diperiksa. Nanti kalau sudah ada hasil pemeriksaan baru saya bisa ngomong,” jelasnya.

Baca Juga: Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital, Turis Asing Wajib Isi Sebelum Tiba

Selain itu, terdapat pula keterangan dari saksi lain yang menyebut adanya ketidaknyamanan korban terhadap sikap majikan.

“Ada saksi yang lain yang ngomongin bahwa mereka itu enggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya,” ucap Roby.

Meski begitu, dugaan tersebut belum mengarah pada bukti adanya kekerasan fisik.

“Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak,” kata Roby.

Saat ini, penyidik masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk peran majikan dan kondisi lingkungan tempat tinggal korban. Polisi juga membuka peluang untuk memeriksa pemilik kos guna melengkapi rangkaian penyelidikan.

Sementara itu, korban telah dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis serta keperluan autopsi. Proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan secara utuh kronologi dan motif di balik aksi lompat dari lantai 4 tersebut.

x|close