Ntvnews.id, Jakarta - Nama Syekh Ahmad Al Misry menjadi perhatian publik setelah namanya ikut terseret dalam perbincangan di media sosial yang berkaitan dengan kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis oleh seorang pendakwah berinisial SAM. Isu tersebut memicu berbagai spekulasi liar, termasuk upaya mengaitkan dirinya dengan sejumlah pihak lain.
Salah satu narasi yang berkembang adalah keterkaitan antara Syekh Ahmad Al Misry dengan Herri Pras, kreator konten sekaligus pendiri Perguruan Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI). Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Herri Pras diketahui pernah menyebut nama Syekh Ahmad Al Misry sebagai gurunya. Klaim tersebut kemudian ikut memicu asumsi publik di tengah ramainya isu yang beredar.
Menanggapi situasi tersebut, Syekh Ahmad Al Misry akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi yang dinilainya tidak sesuai fakta. Klarifikasi itu disampaikan melalui video di akun Instagram pribadinya.
"Assalamualaikum, saya Syekh Ahmad Al Misry menyampaikan bahwasannya saya bukan guru dari Mas Herri Pras," kata Syekh Ahmad Al Misry, dikutip Selasa 17 Maret 2026.
Baca Juga: Cek Fakta: Nomor WhatsApp Mengatasnamakan Kejaksaan Ternyata Penipuan
Melalui pernyataan tersebut, ia secara tegas membantah adanya hubungan guru dan murid seperti yang selama ini beredar di tengah publik. Ia juga menekankan prinsip yang dipegangnya dalam menghormati para ulama.
"Dan saya sangat hormat kepada para ulama, ini manhaj saya untuk menghormati para ulama karena daging para ulama itu beracun," sambungnya.
Lebih jauh, Syekh Ahmad Al Misry menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan berbagai pernyataan yang beredar di luar apa yang telah ia sampaikan secara langsung. Ia menolak bertanggung jawab atas informasi yang tidak berasal darinya.
"Maka kalau ada hal-hal di luar ini yang saya sampaikan bukan tanggung jawab saya, semoga Allah berkahi kita semua. Dan teman-teman ikhwah yang saya cintai karena Allah, jangan menyebarkan hoaks atau fitnah sebelum kita tabayyun terlebih dahulu," ujarnya.
Baca Juga: Terkuak! Ini Penyebab Kemacetan Parah 31 Km di Pelabuhan Gilimanuk saat Mudik Lebaran 2026
Dalam pesannya, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi. Ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan di tengah situasi yang berkembang.
"Semoga Allah menjaga ukhuwah persaudaraan kita dan Allah pertemukan kita di dunia dalam taat dan akhirat di surganya Allah," tegasnya.
Selain melalui video, pesan serupa juga disampaikan dalam keterangan unggahannya. Ia kembali menekankan agar publik berhati-hati dalam berbicara, khususnya ketika menyangkut nama ulama.
"Hati-hati lisanmu pada ulama, daging ulama itu beracun," tulisnya.
Syekh Ahmad Al-Misry (Instagram)