Ahli Gizi Ingatkan Takjil Bukan Menu Utama Saat Berbuka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Feb 2026, 15:45
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi sajian berbuka puasa (ANTARA/freepik.com) Ilustrasi sajian berbuka puasa (ANTARA/freepik.com) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan takjil sebagai sumber utama asupan ketika berbuka puasa karena dapat meningkatkan risiko kekurangan zat gizi penting bagi tubuh.

“Biasanya takjil bahan utamanya karbohidrat, ada tambahan gula atau digoreng dengan minyak. Jadi kaya karbohidrat dan lemak saja, tapi rendah protein dan mikronutrien,” kata Rita yang merupakan Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga (ISNA) saat dihubungi ANTARA pada Jumat, 20 Februari 2026.

Peraih gelar Magister Gizi dan Kesehatan dari Universitas Gadjah Mada itu menjelaskan bahwa mayoritas takjil yang beredar di masyarakat berbahan dasar tepung, gula, serta minyak. Komposisi tersebut membuat kandungan karbohidrat dan lemak lebih dominan, sementara protein dan mikronutrien relatif rendah.

Baca Juga: BBPOM Jakarta Bagikan Kiat Memilih Takjil Aman Selama Ramadhan

Dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang tersebut menilai kondisi ini bisa berdampak pada kecukupan nutrisi, terutama jika seseorang sudah merasa kenyang karena takjil lalu tidak melanjutkan makan utama.

“Kalau seseorang hanya kenyang dengan takjil saja, berisiko kekurangan asupan protein yang merupakan zat gizi utama yang dibutuhkan tubuh, juga kekurangan serat dan beberapa mikronutrien,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa protein berperan penting dalam menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, serta mendukung sistem imun selama menjalani ibadah puasa.

Menurut Rita, tujuan utama berbuka puasa sebenarnya adalah menaikkan kadar gula darah secara bertahap setelah seharian menurun. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan konsumsi kurma atau buah, disertai air putih untuk membantu proses rehidrasi.

“Takjil itu bukan kebutuhan, tapi keinginan. Kalau ingin konsumsi, cukup satu sampai dua potong saja,” katanya.

Baca Juga: Smileworks Beri Tips Jaga Produktivitas Kerja di Bulan Puasa Dimulai dari Kesehatan Mulut

Ia menyarankan agar masyarakat tetap melanjutkan dengan menu utama yang mengandung karbohidrat, protein, sayuran, dan buah dalam komposisi seimbang.

Dengan pola makan tersebut, kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi sehingga puasa dapat dijalani tanpa mengorbankan asupan protein maupun zat gizi penting lainnya.

(Sumber: Antara)

x|close