Dokter Ungkap Strategi Aman Berolahraga Saat Puasa Ramadhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 18:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Salah satu manfaat lari santai dapat mengurangi kolesterol serta menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil. ANTARA/Sizuka Salah satu manfaat lari santai dapat mengurangi kolesterol serta menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil. ANTARA/Sizuka (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dokter spesialis kesehatan olahraga dr. Andhika Raspati, Sp.KO, memaparkan sejumlah strategi yang dapat diterapkan masyarakat agar tetap bisa berolahraga selama menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Dalam diskusi kesehatan yang digelar di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026, Andhika menekankan pentingnya menjaga aktivitas fisik meskipun sedang berpuasa. Menurutnya, berhenti berolahraga selama Ramadhan justru berpotensi menurunkan tingkat kebugaran tubuh.

"Ketika kita ingin tetap aktif, pasti ada penyesuaian strateginya," kata Andhika, lulusan pendidikan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia, saat membahas aktivitas olahraga selama bulan Ramadhan.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan waktu menjadi faktor krusial agar olahraga tetap aman dan bermanfaat bagi tubuh. Secara umum, terdapat dua waktu yang dinilai cukup ideal untuk berolahraga saat puasa, yakni pagi hari setelah sahur dan sore hari menjelang waktu berbuka.

Olahraga setelah sahur dinilai cukup baik karena tubuh masih memiliki cadangan energi dari asupan makanan dan minuman. Namun, Andhika mengingatkan agar aktivitas fisik di pagi hari tidak terlalu berat dan tidak menyebabkan banyak keringat guna mencegah dehidrasi.

Baca Juga: Pramono: Fasilitas Olahraga Jakarta Tak Kalah dari Negara Lain

"Kalau mau latihan pagi, hindari latihan yang menguras banyak keringat, (contoh olahraga yang tidak menguras keringat) misalnya nge-gym di ruangan ber-AC," ujar Andhika.

Sementara itu, waktu sore hari menjelang berbuka puasa juga menjadi pilihan banyak orang. Namun, kondisi tubuh pada waktu tersebut umumnya sudah mengalami penurunan energi karena tidak makan dan minum sepanjang hari. Oleh karena itu, ia menyarankan agar jenis olahraga yang dilakukan bersifat ringan, terutama pada pekan awal Ramadhan.

"Jangan yang terlalu eksplosif, karena (kadar) gula sudah habis sepanjang hari enggak makan. Pilih yang mudah kayak jalan santai, slow jogging, pokoknya yang intensitas rendah. Itu enggak masalah,” ucapnya.

Selain pagi dan sore, olahraga juga bisa dilakukan setelah berbuka puasa. Andhika menilai waktu ini relatif aman selama tidak diawali dengan konsumsi makanan berlebihan saat berbuka.

"Mungkin sekadar minum jus supaya mengisi energi sedikit dipakai salat Maghrib, siap latihan," katanya.

Baca Juga: Pramono Perkuat Ekosistem Olahraga untuk Wujudkan Jakarta Kota Global

(Sumber: Antara) 

x|close