Ntvnews.id, Jakarta - Helroad Films kembali membuat film ‘Menjelang Magrib 2: Wanita Yang Di Rantai’, setelah karyanya tiga tahun lalu sukses meraup 600 ribu penonton. Tak hanya sebagai Sutradara, Helfi Kardit merangkap jadi produser dan penulis naskah di film ini.
Latar cerita film ini diambil tahun 1920, di mana Indonesia saat itu masih menjadi bagian dari penjajahan Belanda, dan masih bernama Hindia Belanda. Film ini tetap konsisten mengangkat pasung karena tema ini dianggap Helfi menjadi tema utama.
Baca juga: Teror Gaib Jin yang Jatuh Cinta dengan Manusia di Film Maryam: Janji & Jiwa Yang Terikat
Helfi mengungkap bahwa pemilihan latar 1920 dan sekolah Stovia karena ia sangat menyukai sejarah.
“Gue adalah salah satu yang suka dengan sejarah, salah satunya dengan Stovia. Mungkin semua, apakah tahu atau tidak, siapakah yang berdiri di sebelah kanannya pak Soekarno saat pak Soekarno membacakan proklamasi. Dia adalah lulusan Stovia, dr Moewardi. Dia membuka praktik gratis untuk masyarakat pada saat itu,” ujarnya, usai menonton gala premier, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Sinopsis
Para pemain film Menjelang Magrib 2 (Ntvnews.id/Agus Setiawan)
Menjelang Magrib 2: Wanita Yang Dirantai mengisahkan tentang Layla, seorang perempuan yang telah meninggal namun kembali hidup. Kepulangannya justru memicu berbagai peristiwa janggal dan teror mengerikan, hingga membuatnya harus dipasung menjelang waktu Maghrib.
Banyak yang percaya tubuh Layla telah dikuasai iblis, sehingga segala cara ditempuh untuk mengusir entitas gelap tersebut dari dirinya.
Film ini dibintangi oleh Aditya Zoni sebagai Dr. Giandra, Aisha Kastolan sebagai Layla, Aurelia Lourdes sebagai Rike, serta Muthia Datau yang memerankan Nenek Layla.
Berlatar tahun 1920, sutradara Helfi berusaha menghadirkan nuansa klasik yang kuat, diperkuat dengan lokasi syuting di hutan kaki Gunung Papandayan yang menambah atmosfer mistis. Menjelang Magrib 2: Wanita Yang Dirantai dijadwalkan tayang di bioskop mulai 4 September 2025.