Billy Syahputra Siap Polisikan Penyebar Wajah Anaknya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Okt 2026, 21:42
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Billy Syahputra Billy Syahputra (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Presenter Billy Syahputra mengambil langkah tegas terkait beredarnya rekaman video insiden adu mulut di Kuta, Bali, yang memperlihatkan wajah buah hatinya tanpa sensor di media sosial.

Melalui kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, Billy berencana melaporkan pihak yang merekam sekaligus menyebarkan video tersebut ke ranah kepolisian atas dugaan pelanggaran privasi anak.

Fahmi menjelaskan bahwa kemarahan kliennya kini bukan lagi semata-mata dipicu oleh perselisihan soal tarif penggunaan fasilitas toilet umum yang sempat viral, melainkan adanya dugaan tindak pidana perlindungan data pribadi terhadap sang anak.

"Jadi, beberapa hari yang lalu, saya memang ditelepon sama Billy. Dia berkonsultasi dengan saya terkait permasalahan, bukan persoalan masuk ke toiletnya, tapi ada persoalan lain, mengenai ada orang yang memposting sebuah rekaman, di mana ada foto anaknya Billy Syahputra," ujar Fahmi Bachmid saat ditemui di kawasan Condet, Jakarta Timur, 9 Oktober 2026.

Baca Juga: Billy Syahputra Tak Terima Wajah Anaknya Disebar Tanpa Sensor

Menurut Fahmi, tindakan mengunggah dan menyebarkan rekaman yang menampilkan wajah anak tanpa kamuflase atau sensor (blurring) merupakan bentuk pelanggaran hukum. Dalam hukum Indonesia, wajah seseorang terlebih anak di bawah umur termasuk kategori data pribadi spesifik berupa data biometrik yang dilindungi.

Langkah hukum ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

"Diatur dalam Pasal 65 ayat (2), tidak dibolehkan memposting data pribadi tanpa izin. Yang kedua diatur dalam Pasal 67 ayat (2), ancaman hukumannya itu adalah 4 tahun apabila seseorang memposting data pribadi spesifik secara melawan hukum," tegas Fahmi.

Fahmi menambahkan, pihaknya telah resmi memegang surat kuasa dari Billy Syahputra dan kini sedang mematangkan seluruh barang bukti sebelum mendatangi markas kepolisian.

"Besar kemungkinan Billy akan melaporkan yang bertanggung jawab atas persoalan di tempat tersebut. Kita akan berkonsultasi tentang locus delicti-nya, apakah di Bali, Polda Metro Jaya, ataukah di Bareskrim Polri," pungkasnya.

Perselisihan ini berawal dari kunjungan liburan Billy Syahputra bersama keluarganya ke kawasan Pantai Dreamland, Kuta, Bali. Saat itu, Billy membawa putranya yang masih balita untuk membilas diri di fasilitas toilet umum/kamar mandi usai bermain air di pantai. Sang anak disebut sedang dalam kondisi kedinginan dan tubuhnya kotor berpasir.

Namun, situasi memanas ketika petugas penjaga toilet meminta pembayaran di awal sebesar Rp10.000 sebelum Billy dan anaknya diizinkan masuk.

Billy menjelaskan bahwa dirinya tidak membawa uang tunai secara langsung di dalam kantongnya karena pembayaran akan ditangani oleh pengasuh (suster) anak yang berjalan di belakangnya. Namun, oknum penjaga toilet tersebut bersikeras menahan dan meminta uang dibayar saat itu juga.

Dalam pengakuannya di media sosial, adik dari almarhum Olga Syahputra ini mengaku keberatan bukan karena nominal Rp10.000, melainkan karena perlakuan kasar yang diterimanya saat sedang menggendong anak.

"Saya lagi bawa anak, tapi abang dorong-dorong. Katanya 'bayar dulu, bayar dulu'. Saya bilang nanti dibayar sama suster saya. Nominal Rp10 ribu atau Rp100 ribu pasti saya bayar, tapi jangan dorong-dorong orang yang lagi bawa anak," ujar Billy dalam videonya.

Di sisi lain, pihak pengelola kawasan fasilitas umum di Pantai Dreamland memberikan penjelasan mengenai aturan internal mereka. Pemilik usaha, Nyoman Wardana, menyatakan bahwa aturan pembayaran Rp10.000 per orang di depan merupakan kebijakan mutlak manajemen guna menghindari pengunjung yang pergi tanpa membayar setelah menggunakan fasilitas shower.

Pihak pengelola sempat membantah adanya tindakan fisik berupa dorongan kepada Billy, berdasarkan penelusuran internal dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Meskipun perselisihan awal mengenai tarif toilet tersebut sempat mereda dan diselesaikan secara kekeluargaan melalui permohonan maaf kedua belah pihak di lokasi, masalah berlanjut ke babak baru. Rekaman video CCTV serta video amatir detik-detik cekcok tersebut menyebar luas di platform media sosial tanpa mengaburkan wajah anak Billy.

x|close