Bisa Beli Motor Berkat Dapur MBG, Penyandang Disabilitas Ini Berdoa Kelak Bisa Ketemu Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Mar 2026, 23:25
thumbnail-author
Alber Laia
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ari (28) penyandang disabilitas sejak lahir. Ari (28) penyandang disabilitas sejak lahir. (Dok.Ntvnews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Pagi di Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, biasanya dimulai dengan sederhana bagi Ari (28). Ia menyapu rumah, memberi makan sapi dan kambing, lalu memastikan ternak-ternak tersebut mendapat cukup air minum. Rutinitas itu telah ia jalani selama bertahun-tahun.

Ari merupakan penyandang disabilitas sejak lahir. Meski demikian, ia tetap menjalani kehidupan seperti kebanyakan warga desa lainnya, membantu keluarga dan mengerjakan berbagai hal yang bisa ia lakukan di rumah.

Baca Juga: Program MBG Gairahkan Produksi Keripik di Kampung Tempe Ngawi, Kebutuhan Tempe Bisa Capai 90 Kg

Sebelum memiliki pekerjaan tetap, Ari sempat bekerja di sebuah pabrik garmen. Namun, pekerjaan tersebut tidak bertahan lama. Setelah berhenti, ia kembali ke rumah dan membantu keluarga bertani serta merawat ternak.

“Saya biasanya di rumah, menyapu, memberi makan sapi dan kambing, memberi minum, bersih-bersih rumah,” kata Ari, ditulis Minggu (14/3).

Sapi yang ia rawat bahkan bukan miliknya sendiri, melainkan titipan orang lain yang ia pelihara dengan penuh tanggung jawab.

Namun, hidup Ari mulai berubah sekitar tiga bulan lalu ketika ia mendapat kesempatan bekerja di dapur SPPG Grajegan yang dikelola Yayasan Permata Mitra Keluarga di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Di dapur tersebut, Ari bekerja sebagai pencuci ompreng, yakni wadah makan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bagi Ari, pekerjaan itu bukan sekadar mencari nafkah.

Di sana, ia juga menemukan sesuatu yang lebih berharga, yaitu penerimaan dari sesama pekerja di dapur tersebut.

“Senang dapat teman-teman yang baik juga. Banyak bercandanya dan bisa menerima saya sebagai bagian pencuci ompreng,” ujarnya.

Suasana kerja yang hangat membuat Ari merasa menjadi bagian dari tim. Ia tidak lagi hanya berada di rumah, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas yang bermanfaat bagi banyak orang.

Dari pekerjaan itu pula, Ari akhirnya bisa mewujudkan sesuatu yang sempat ia impikan.

“Alhamdulillah bisa kredit motor buat kerja juga.

Sebelumnya punya motor, tapi terjual untuk menutup utang,” katanya.

Motor baru itu bukan sekadar kendaraan bagi Ari. Bagi dirinya, motor tersebut menjadi simbol bahwa kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.

Ari berharap kesempatan seperti yang ia dapatkan dapat terbuka lebih luas bagi penyandang disabilitas lainnya.

“Harapannya untuk SPPG semoga ke depannya berjalan lebih lama dan di setiap dapur bisa menerima disabilitas, agar lebih banyak disabilitas yang bisa bekerja juga,” kata Ari.

Jika suatu hari bertemu Presiden Prabowo Subianto, Ari hanya ingin menyampaikan harapan sederhana.
Ia juga tak lupa mendoakan agar Presiden selalu diberi kesehatan dan kekuatan dalam memimpin negara.

Bagi Ari, pekerjaan di dapur MBG bukan hanya memberikan penghasilan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk tetap bekerja, berkontribusi, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Semoga Pak Prabowo selalu memberikan hal-hal terbaik bagi warga Indonesia dan mencerdaskan anak-anak Indonesia,” tutupnya.

x|close