Ntvnews.id, Jakarta - PT PLN (Persero) memastikan kesiapan Posko Siaga PLN dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur strategis mudik Jawa menuju Bali. Salah satu titik penting berada di kawasan Anjungan Betutu Gilimanuk di Bali, dan Grand Watu Dodol Banyuwangi. Kedua lokasi tersebut menjadi lokasi transit utama pemudik dengan kendaraan listrik pada Lebaran 2026.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, mengatakan PLN menyiapkan posko siaga yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat layanan teknis, tetapi juga tempat istirahat bagi pemudik kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jauh.
“Selain menyediakan SPKLU, kami juga menghadirkan Posko Siaga PLN sebagai tempat istirahat pemudik. Di sini tersedia area rehat, makanan ringan, serta ruang tunggu bagi pengguna kendaraan listrik yang sedang menunggu proses pengisian daya,” kata Adi saat meninjau fasilitas SPKLU di Anjungan Betutu Gilimanuk, pada Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan keberadaan posko tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan lintas provinsi, terutama di jalur penyeberangan Jawa–Bali yang diperkirakan padat saat arus mudik dan arus balik Idulfitri.
Menurut Adi, kawasan Gilimanuk juga dipilih karena menjadi titik strategis sekaligus destinasi kuliner lokal bagi para pemudik. Di sekitar lokasi tersedia berbagai makanan khas daerah seperti ayam betutu yang dapat menjadi pilihan bagi pengendara untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
PT PLN (Persero) memastikan kesiapan Posko Siaga PLN dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur strategis mudik. (Dok.Ntvnews.id)
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Bali Utara, Elashinta, menjelaskan fasilitas SPKLU di Anjungan Betutu Gilimanuk telah dilengkapi pengisian daya berkapasitas besar untuk mendukung kebutuhan kendaraan listrik roda empat maupun roda dua.
“Di lokasi ini tersedia charger 180 kW (kilowatt) dengan dua nozzle yang dapat digunakan dua mobil secara bersamaan. Selain itu ada charger 22 kW yang biasanya digunakan kendaraan listrik tertentu seperti Wuling,” ucap Elashinta.
Tidak hanya itu, PLN juga menyediakan enam unit SPKLU untuk kendaraan listrik roda dua, sehingga pengendara motor listrik dapat melakukan pengisian daya secara bersamaan.
Elashinta menambahkan, jaringan SPKLU di kawasan Bali Barat dan Bali Utara terus diperkuat guna memastikan kelancaran mobilitas wisatawan maupun pemudik.
“Secara total di wilayah Bali Utara dan Bali Barat terdapat 16 lokasi SPKLU untuk kendaraan roda empat dengan 24 mesin charger. Fasilitas ini cukup memadai untuk melayani pemudik maupun wisatawan yang melintas di kawasan tersebut,” ujarnya.
Di Bali selain Anjungan Betutu Gilimanuk, PLN juga menyiapkan fasilitas SPKLU tambahan di beberapa Unit Layanan Pelanggan (ULP), yaitu ULP Negara, dan sejumlah titik strategis lainnya.
Posko Siaga PLN di Rest Area Banyuwangi
PLN juga mengoperasikan Posko Siaga SPKLU di kawasan Grand Watu Dodol Banyuwangi, Jawa Timur, yang menjadi lokasi pengisian daya terakhir sebelum kendaraan listrik menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
Adi Priyanto mengatakan rest area tersebut menjadi titik krusial karena banyak pemudik memilih mengisi daya kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Bali.
“Biasanya di SPKLU ini sangat ramai saat mudik. Banyak pengguna kendaraan listrik yang mengisi daya penuh sebelum menyeberang ke Bali agar perjalanan mereka lancar sampai Denpasar,” katanya.
Menurut Adi, meningkatnya penggunaan kendaraan listrik juga menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus efisiensi biaya operasional kendaraan. Adi mengaku sempat mengobrol dengan sejumlah pengguna kendaraan listrik di lokasi, dan menurutnya biaya operasional kendaraan listrik dapat lebih hemat hingga 60 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
PLN Siagakan Petugas 24 Jam
Untuk memastikan pelayanan optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri, PLN juga menyiapkan petugas siaga yang berjaga selama 24 jam di setiap posko SPKLU strategis. Petugas PLN bekerja dalam tiga shift dengan dua orang personel setiap shift guna memastikan operasional SPKLU tetap berjalan optimal.
Selain menyediakan tempat istirahat, posko tersebut juga terintegrasi dengan beberapa instansi lain seperti kepolisian dan operator pelabuhan sehingga pengawasan arus mudik dapat dilakukan secara terpadu.
PLN Mobile Permudah Pengguna Kendaraan Listrik
PLN juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi PLN Mobile guna memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik. Kehadiran PLN Mobile ini dirasakan manfaatnya oleh pengguna kendaraan listrik, salah satunya adalah Vinny.
"Sejauh ini kami menggunakan PLN Mobile cukup simple ya, karena bisa mencari titik-titik SPKLU. Terus biasanya kalau perjalanan jauh, kami bisa merencanakan trip plan dengan mengecek dulu SPKLU ada di mana saja. Jadi tidak mungkin kehabisan baterai, karena kita bisa memperkirakan mau ngecek di sana. Dan saat ngecek juga mudah, karena kita bisa langsung menggunakan barcode. Itu bisa langsung tersambung antara PLN, antara charging dengan mobil," kata Vinny.
Melalui aplikasi PLN Mobile, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur, yaitu:
- Trip Planner: untuk mendapatkan rekomendasi lokasi SPKLU sesuai rute perjalanan
- AntreEV: fitur pemantauan antrean SPKLU secara real-time untuk memperkirakan waktu pengisian daya
- Hotline layanan khusus 24 jam yang dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile maupun WhatsApp di nomor 08777-11-12-123
Komitmen PLN: Mudik Aman dengan Kendaraan Listrik
Adi Priyanto menegaskan komitmen PLN dalam memberikan pelayanan maksimal bagi pengguna kendaraan listrik selama musim mudik. Selain memperbanyak SPKLU, PLN juga memastikan keandalan sistem kelistrikan nasional. Mulai dari transmisi, distribusi, hingga layanan pelanggan.
PLN juga menyiapkan layanan darurat melalui Call Center 123 dan fitur pengaduan di PLN Mobile untuk membantu pengguna kendaraan listrik yang mengalami kendala di perjalanan.
“Jika ada pelanggan yang kehabisan baterai di tengah perjalanan, petugas kami siap memberikan bantuan melalui mobile charging hingga kendaraan dapat mencapai SPKLU terdekat,” ujar Adi.
PLN berharap kesiapan posko siaga, jaringan SPKLU, serta dukungan layanan digital dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik selama mudik Lebaran 2026.
“Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik sehingga pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” kata Adi.
PT PLN (Persero) memastikan kesiapan Posko Siaga PLN dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur strategis mudik Jawa menuju Bali. (Dok.Ntvnews.id)