Purbaya Optimistis Ekonomi RI Menuju Pertumbuhan 8 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 19:14
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA/Prisca Triferna Violleta) Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA/Prisca Triferna Violleta) (Antara )

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa arah pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju level 8 persen mulai terlihat. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin.

“Pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi, tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan,” kata Purbaya dalam Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Ia memproyeksikan bahwa target pertumbuhan tersebut dapat dicapai dalam waktu dua hingga tiga tahun mendatang. Menurutnya, dengan mengoptimalkan peran sektor swasta dan pemerintah saja, ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh hingga 6 persen tanpa perlu reformasi industri besar-besaran. Kondisi ini dinilai menjadi fondasi awal untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi.

“Nanti dua tahun atau tiga tahun lagi, Anda sudah melihat angka 8 persen sudah menyundul ke atas,” katanya menambahkan.

Baca Juga: Purbaya Tegas Bantah SAL Sisa Rp120 T, Kas Negara Dipastikan Aman

Untuk jangka pendek, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh pertama 2026 mampu melampaui angka 5,5 persen. Pemerintah saat ini disebut tengah fokus memperkuat fondasi ekonomi agar pertumbuhan dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.

Salah satu langkah yang diambil adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah guna mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga melakukan pembenahan internal untuk memperkuat peran fiskal dalam mendorong pertumbuhan. Reformasi difokuskan pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Baca Juga: Purbaya Janji Kasih Insentif ke BEI, Asal Syarat Ini Terpenuhi

Purbaya menyebutkan bahwa langkah ini mulai menunjukkan hasil positif, tercermin dari pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 20,7 persen pada Maret 2026.

Ia pun meyakini prospek ekonomi Indonesia akan semakin membaik, terutama karena stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

“Jadi, kalau sebelumnya pertumbuhan ekonominya 5 persen, ke depan kita akan tumbuh lebih cepat lagi,” ujarnya.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More
x|close