Ntvnews.id, Jakarta - PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), produsen FMCG biskuit dan wafer asal Indonesia, menjalin kolaborasi strategis dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Indonesia Eximbank) perkuat pertumbuhan ekspor dan meningkatkan ketahanan rantai pasok dalam menghadapi persaingan global.
Adapun Kokola telah mengekspor produknya ke lebih dari 55 negara, dengan jangkauan pasar utama antara lain Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina, serta bekerja sama dengan lebih dari 100 mitra supermarket di berbagai penjuru dunia.
Direktur PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), Richard Cahyadi, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan DJPPR Kementerian Keuangan, khususnya melalui LPEI, dalam mendukung kegiatan usaha perusahaan, terutama pada sektor ekspor.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan Pemerintah dari berbagai sisi, mulai dari LPEI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Bea Cukai. Berkat dukungan tersebut, saat ini kami telah berhasil menembus pasar ekspor ke 55 negara,” ujar Richard.
Baca juga: LPEI Nilai Terjadi Pergeseran Tren Pembayaran Perdagangan Internasional
“Terkhusus, kami juga mengucapkan terima kasih kepada DJPPR Kementerian Keuangan atas program yang telah memberikan dukungan optimal dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan kami. Dukungan tersebut memberikan posisi yang strategis bagi kami untuk mewakili Indonesia dalam berperan mengisi rantai pasok industri makanan global,” ungkap Richard.
Ia menambahkan bahwa kebutuhan akan biaya atau pembiayaan yang kompetitif menjadi faktor krusial dalam kegiatan ekspor. Dalam hal ini, program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dari LPEI berperan penting dalam memberikan pembiayaan, baik di awal maupun di akhir proses ekspor.
“Selain itu, adanya fasilitas penjaminan juga memberikan rasa aman bagi kami. Dengan dukungan tersebut, tim ekspor menjadi lebih percaya diri dan tidak ragu untuk memperluas pasar serta menembus pasar ekspor global,” tambahnya.
Melalui kolaborasi dengan LPEI, Kokola memperoleh dukungan strategis dalam beberapa aspek utama, antara lain: penguatan struktur finansial, peningkatan daya saing biaya (cost leadership), stabilitas rantai pasok, dan akselerasi pertumbuhan ekspor.
Direktur Pelaksana Bisnis II LPEI Sulaeman menjelaskan bahwa Penugasan Khusus Ekspor (PKE) merupakan program pemerintah yang dimandatkan kepada LPEI yang memiliki tujuan untuk mendorong industri strategis nasional dan UKM berdaya saing di pasar global serta menciptakan dampak pembangunan (developmental impact).
“Dalam hal ini, PT Mega Global Food Industry merupakan salah satu pelaku usaha yang menerima manfaat PKE Trade Finance. LPEI mendukung proses transaksi ekspor melalui fasilitas pembiayaan pre dan post shipment, sehingga eksportir dapat menjaga arus kas perusahaan serta memperoleh modal kerja untuk produksi barang,” ujar Sulaeman.
Baca juga: Purbaya Sebut SMI, PII Hingga LPEI Akan Tetap di Bawah Kementerian Keuangan
Lebih lanjut, hingga tahun 2025, para eksportir telah memanfaatkan fasilitas PKE Trade Finance dengan total limit mencapai Rp3,35 triliun. Adapun realisasi penyaluran sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar Rp7,68 triliun. Sektor makanan olahan menjadi portofolio terbesar dalam PKE Trade Finance, dengan porsi mencapai 39% atau sebanyak 31 debitur.
Selain memberikan dukungan finansial bagi pelaku usaha, PKE Trade Finance juga berperan dalam mendorong terciptanya dampak pembangunan. Sepanjang tahun 2025, penyaluran PKE Trade Finance telah berkontribusi terhadap penciptaan dan/atau penghematan devisa sebesar Rp21,12 triliun.
PKE Trade Finance saat ini dapat disalurkan kepada 18 sektor industri dan komoditas, antara lain produk karet, kopi, furnitur, alas kaki, makanan olahan, tekstil dan produk tekstil, perhiasan dan permata, teh dan rempah, produk kayu, kerajinan, produk elektronik, produk kimia, komponen otomotif, produk kulit, mesin dan peralatan listrik, besi dan baja, produk pertanian, serta produk kertas.
Sinergi ini menggabungkan kekuatan kapabilitas internal Kokola meliputi fondasi manufaktur yang kuat, disiplin operasional, serta pengalaman ekspor dengan dukungan pembiayaan dan fasilitasi ekspor dari LPEI untuk mendorong ekspansi yang lebih agresif dan berkelanjutan.
Keberhasilan Kokola dalam menembus pasar Jepang, salah satu pasar dengan standar regulasi pangan paling ketat di dunia, menjadi bukti nyata bahwa produk FMCG Indonesia mampu bersaing di level global dengan standar yang tinggi. Produk Kokola telah diterima dan dikonsumsi oleh konsumen lokal di Jepang, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar yang tinggi terhadap kualitas dan konsistensi produk.
Selain fokus pada ekspansi bisnis, Kokola juga menjalankan tanggung jawab sosial melalui program Kokola Edu Scholarship, yang bertujuan mendukung dunia pendidikan dan menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Pekerja di PT Mega Global Food Industry (Kokola Group), produsen FMCG biskuit dan wafer asal Indonesia