Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengimbau seluruh kepala daerah untuk lebih cermat dalam mengidentifikasi potensi yang dimiliki wilayah masing-masing sebagai dasar pengembangan desa.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Yandri menyampaikan bahwa Kementerian Desa dan PDT telah menyiapkan berbagai program strategis, seperti desa ekspor melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pengembangan desa wisata.
“Di kami juga ada program desa ekspor BUMDes. Mungkin, dari data itu nanti desa mana yang kita bantu prioritaskan,” katanya.
Baca Juga: Kemendes PDT Jadikan Pengembangan BUMDes Prioritas 2026 untuk Perkuat Ekonomi Desa
Ia menjelaskan bahwa program desa wisata dirancang untuk memberdayakan masyarakat agar dapat terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam pengelolaan potensi pariwisata di daerah. Melalui pendekatan tersebut, desa diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dalam mengelola destinasi wisata sekaligus mengoptimalkan daya tarik lokal.
Selain itu, Yandri menilai desa wisata juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan posisi tawar desa, dari yang sebelumnya hanya sebagai penyedia bahan baku menjadi produsen yang mampu menembus pasar global. Upaya ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.
Sebelumnya, Kementerian Desa dan PDT menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan teknis bagi desa-desa, terutama di wilayah tertinggal, agar tidak berjalan sendiri dalam proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat memanfaatkan berbagai program tersebut untuk mengembangkan potensi lokal secara optimal.
Baca Juga: Mendes Yandri Ajak Desa Sukseskan Koperasi Merah Putih dan BUMDes
Lebih lanjut, Yandri menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 12 rencana aksi pembangunan desa, yang mencakup revitalisasi BUMDes, penguatan ketahanan pangan, pengembangan energi dan air mandiri, hingga hilirisasi produk unggulan desa.
Selain itu, terdapat pula program desa ekspor, penguatan peran pemuda pelopor desa, serta sinkronisasi program kementerian dan lembaga agar lebih terintegrasi di tingkat desa.
(Sumber: Antara)
Warga memilih melon hasil pertanian yang akan dipanen di Kebun Berdampak Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026). Program kebun berdampak yang dibangun dari anggaran 20 persen dana desa tersebut dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sinergi Sidowayah dengan pertanian melon sweet kirin sistem greenhouse yang diharapkan dapat menjadi ketahanan pangan desa dan peningkatan ekonomi warga. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho. (Antara)