Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah pejabat Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) 2026 yang digelar di Ballroom Nusantara Novotel Jakarta Pulomas, pada pada 6–7 Maret 2026.
Acara tersebut dihadiri antara lain oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir.
Turut hadir pula Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN Aminuddin Ma'ruf, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Dewan Pembina Gekrafs Sandiaga Uno, Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian, Ketua Komite Rakernas Gekrafs 2026 Tommy William Tampubolon dan Presiden Komisaris NT Corp Nurdin Tampubolon.
Baca juga: Menteri Ekraf Tegaskan GEKRAFS Mitra Strategis Pemerintah Kembangkan Ekonomi Kreatif
Dalam sambutannya, Dasco yang juga menjabat Ketua Majelis Tinggi DPP Gekrafs menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi kreatif dunia di masa depan.
Ia menyinggung rencana penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang tengah disiapkan pemerintah.
Menurut Dasco, DPR siap mendukung penerbitan regulasi tersebut, namun ia menegaskan akan terlebih dahulu meninjau substansi yang diatur dalam Perpres tersebut.
Dasco juga menilai saat ini Indonesia tengah mengalami pergeseran struktur ekonomi, dari yang sebelumnya lebih bertumpu pada sektor ekstraktif menuju ekonomi berbasis kreativitas.
“Sekarang kita sudah berubah dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi kreatif. Bukan berarti yang menambang dan sektor lainnya tidak penting, tetap penting. Tapi ekonomi kreatif ini menjadi semakin penting,” katanya.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) 2026 di Ballroom Nusantara Novotel Jakarta Pulomas, pada pada 6–7 Maret 2026. (Istimewa)
Baca juga: Daftar Penerima Gekrafs Awards 2026, Nusantara TV Raih Penghargaan Kolaborator Terbaik
Ia menambahkan, perkembangan ekonomi kreatif di dunia menunjukkan potensi yang sangat besar. Bahkan, menurutnya, banyak orang terkaya di dunia berasal dari sektor ekonomi kreatif.
Sementara itu, Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian menyampaikan bahwa Gekrafs meluncurkan delapan program strategis yang disebut Asta Karya.
Kawendra menjelaskan konsep tersebut terinspirasi dari program prioritas pemerintah.
"Dalam Rakernas ini ini dalam rangka mensosialisasikan program utama Gekrafs di periode ini. Kalau Presiden Prabowo punya yang namanya Asta Cita, kami di Gekrafs kemarin merilis namanya Asta Karya," ucap Kawendra dalam paparannya, Sabtu 7 Maret 2026.
Kawendra menjelaskan, Asta Karya terdiri dari delapan program utama. Di antaranya Creative Equity Funding Acceleration (CEFA) untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual, Digital IP Protection Licensing and Ecosystem (DIPPLE) yang berfokus pada perlindungan dan pengelolaan hak kekayaan intelektual.
Baca juga: Rakernas Gekrafs 2026, Dasco Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Dunia
Selain itu terdapat National Gastronomy Diplomacy Documentation Initiative (GANDI) untuk mendorong diplomasi kuliner Indonesia di tingkat global, serta Youth Inclusive Talent Mobilization (YOTEM) yang menitikberatkan pada pemberdayaan talenta muda termasuk kelompok difabel atau “bisabilitas”.
Program lainnya yakni Artist Right to Pay and Honorarium (ARTPAY) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja seni, Digital Market Penetration Literacy Program (DIMAP) untuk memperkuat literasi pasar digital, Regional Creative Hub (RECHUB) yang mendorong sekretariat daerah menjadi pusat kolaborasi kreatif, serta Global Outreach and Diaspora Engagement (GLOBE) untuk memperkuat jejaring global dengan diaspora Indonesia.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) 2026 di Ballroom Nusantara Novotel Jakarta Pulomas, pada pada 6–7 Maret 2026. (Istimewa)