Rakernas Gekrafs 2026, Dasco Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mar 2026, 04:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Sufmi Dasco Ahmad Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Sufmi Dasco Ahmad (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Sufmi Dasco Ahmad, berharap Indonesia dapat menjadi pusat ekonomi kreatif dunia di masa depan.

Dirinya menyinggung rencana penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang tengah disiapkan pemerintah.

Dasco menyatakan siap mendukung penerbitan Perpres tersebut, namun ia menegaskan akan terlebih dahulu meninjau isinya. 

Ia bahkan menyebut agar dalam aturan tersebut dicantumkan tanggal 24 Oktober sebagai Hari Ekonomi Kreatif Nasional.

"Mudah-mudahan Indonesia menjadi pusat ekonomi kreatif dunia. Dan tadi saya diminta untuk mendukung Perpres Rencana Induk Ekonomi Kreatif," ucap Dasco dalam Rakernas Gekrafs 2026 di Nusantara Ballroom, NT Tower Sabtu 7 Maret 2026.  

Baca juga: Kenang Vidi Aldiano, Dasco Nyanyikan Nuansa Bening dan Doa Bersama di Rakernas Gekrafs 2026

"Saya mesti cek dulu Pak Menteri (Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya), saya tidak akan dorong kalau di situ belum tercantum 24 Oktober sebagai Hari Ekonomi Kreatif Nasional," lanjutnya.

Menurutnya, jika tanggal tersebut belum tercantum dalam rancangan Perpres, maka perlu dimasukkan terlebih dahulu karena dinilai penting sebagai momentum bagi perkembangan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.

Dasco juga menilai saat ini Indonesia tengah mengalami pergeseran struktur ekonomi, dari yang sebelumnya lebih bertumpu pada sektor ekstraktif menuju ekonomi berbasis kreativitas.

“Sekarang kita sudah berubah dari ekonomi ekstraktif ke ekonomi kreatif. Bukan berarti yang menambang dan sektor lainnya tidak penting, tetap penting. Tapi ekonomi kreatif ini menjadi semakin penting,” katanya.

Ia menambahkan, perkembangan ekonomi kreatif di dunia menunjukkan potensi yang sangat besar. Bahkan, menurutnya, banyak orang terkaya di dunia berasal dari sektor ekonomi kreatif.

Dalam suasana yang diselingi candaan, Dasco mengatakan jumlah tersebut seharusnya bukan hanya delapan orang, melainkan sembilan orang terkaya dari sektor ekonomi kreatif.

Baca juga: Rakernas Gekrafs 2026, Sandiaga Uno Optimistis Ekonomi Kreatif Jadi Masa Depan Indonesia

Di akhir sambutannya, Dasco menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Gekrafs yang dinilainya semakin berkembang.

Ia berharap ke depan Gekrafs dapat terus tumbuh menjadi organisasi yang semakin kuat dan berperan dalam memajukan ekonomi kreatif nasional.

“Mudah-mudahan ke depan organisasi ini akan semakin berkembang, semakin maju, dan kita semuanya yang penting dalam keadaan sehat semuanya," tandasnya. 

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang akan menjadi panduan pengembangan sektor ekonomi kreatif untuk dua dekade ke depan.

Menurutnya, draf Perpres tersebut telah rampung disusun bersama kementerian terkait dan tinggal menunggu pengesahan dari Presiden.

“kami ingin menyampaikan yang tidak kalah pentingnya adalah tentang Perpres Rencana Induk Ekonomi Kreatif yang drafnya sudah selesai dan tinggal menunggu ditandatangani atau disahkan Bapak Presiden," ucap Riefky dalam sambutannya, Sabtu 7 Maret 2026.

Baca juga: Rakernas Gekrafs 2026, Kawendra Sosialisasikan Program Asta Karya

Ia pun meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sufmi Dasco Ahmad.

Hal tersebut agar kebijakan strategis tersebut dapat segera diberlakukan dan diimplementasikan secara luas.

x|close