Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC PT Borneo Indobara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mar 2026, 17:06
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (depan kiri) menyerahkan plakat kepada Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko Energy Management Indonesia (PLN EMI), Saulus Erwin Pamungkas (depan kanan) pascapenandatanganan jual beli Renewable Energy Certificate (REC) antara PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Tengah dan PT Borneo Indobara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Senin 9 februari 2026. PLN EMI yang merupakan anak usaha PLN, berperan dalam memasarkan dan memperluas jangkauan layanan REC untuk pelanggan di seluruh Indonesia. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto (depan kiri) menyerahkan plakat kepada Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko Energy Management Indonesia (PLN EMI), Saulus Erwin Pamungkas (depan kanan) pascapenandatanganan jual beli Renewable Energy Certificate (REC) antara PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Tengah dan PT Borneo Indobara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Senin 9 februari 2026. PLN EMI yang merupakan anak usaha PLN, berperan dalam memasarkan dan memperluas jangkauan layanan REC untuk pelanggan di seluruh Indonesia. (Istimewa)

Ntvnews.id

, Tanah Bumbu - PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali menyalurkan 23.040 unit _Renewable Energy Certificate_ (REC) atau setara 23 megawatt hour (MWh) listrik hijau kepada PT Borneo Indobara (BIB) pada Minggu 8 Februari 2026. Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen PLN bersama mitra dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan di dunia industri pertambangan (_green mining_) nasional.

Dengan penambahan tersebut, penggunaan layanan REC oleh PT BIB kini menjadi yang terbesar di wilayah Kalimantan sebanyak 42.096 unit atau setara 42 MWh dari sebelumnya 19.056 unit sejak tahun 2023 lalu.

Chief Operating Officer (COO) PT BIB, Raden Utoro menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dalam mendukung pelaksanaan program Green Mining Realization, salah satunya melalui layanan REC.

Menurutnya, kebutuhan daya listrik PT BIB yang diperkirakan mencapai 200 hingga 240 megavolt ampere (MVA) pada 2028, juga memerlukan dukungan suplai listrik dari PLN yang bukan hanya andal dan cukup, namun juga ramah lingkungan.

Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam menuju pertambangan nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga: PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama di Indonesia

Tampak site PT Borneo Indobara (BIB) di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Melalui komitmennya dalam program Green Mining Realization, salah satunya listrik hijau, kini PT BIB menjadi pengguna layanan Renewable Energy Certificate PLN <b>(Istimewa)</b> Tampak site PT Borneo Indobara (BIB) di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Melalui komitmennya dalam program Green Mining Realization, salah satunya listrik hijau, kini PT BIB menjadi pengguna layanan Renewable Energy Certificate PLN (Istimewa)

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PLN. Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam hal mengurangi emisi karbon secara aktif, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, mengurangi impor bahan bakar, dan tentunya mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Raden.

Raden melanjutkan, komitmen Green Mining Realization yang ditunjukkan oleh PT BIB bukan hanya melalui penggunaan layanan REC PLN.

Pihaknya juga terus melakukan pendekatan ramah lingkungan dalam berbagai sektor, termasuk elektrifikasi armada operasional.

“Program ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia untuk skala besar, dengan target elektrifikasi pada 2026 sebesar 25 persen armada telah beralih ke listrik. Selanjutnya hingga 2028 ditargetkan mencapai 75 persen, serta pada 2028 - 2029 menuju target nol emisi,” jelasnya.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan para pelaku industri dalam mendukung transisi energi bersih di Tanah Air.

Pihaknya berkomitmen akan terus menyediakan layanan listrik hijau sebagai upaya untuk mendukung daya saing sektor industri Indonesia yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.

Baca Juga: PLN dan Borneo Indobara Perkuat Akselerasi Energi Bersih: 23.040 REC Dorong Green Mining di Indonesia

“Kami berkomitmen penuh mendukung daya saing industri nasional dengan mendorong pemanfaatan energi bersih dan ramah lingkungan. PLN tidak hanya menyediakan listrik yang andal, tetapi juga menghadirkan produk hijau seperti REC untuk membantu pelanggan industri meningkatkan daya saing sekaligus berkontribusi pada agenda transisi energi nasional, khususnya green mining. Kolaborasi dengan sektor industri menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan,” ujar Adi.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono menyambut baik langkah PT BIB memanfaatkan layanan REC PLN sebagai bagian dari implementasi energi bersih dan praktek green mining.

Iwan meyakini, kolaborasi tersebut dapat menjadi tolok ukur transformasi energi bersih bagi sektor pertambangan lainnya di Indonesia.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan PT BIB yang telah mengoptimalkan layanan REC sebagai salah satu komitmen dalam menjalankan praktek _green mining_. Semoga semangat ini bisa menginspirasi pelaku industri lain, sehingga manfaat transisi energi dapat semakin luas dirasakan," ujar Iwan.

Layanan Green Energy as a Service (GEAS) REC adalah inovasi produk hijau PLN yang menjamin penggunaan energi baru terbarukan (EBT) secara transparan dan diakui internasional.

Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik yang digunakan pelanggan berasal dari pembangkit EBT atau nonfosil, dengan sistem pelacakan APX _Tradable Instrument for Global Renewables_ (TIGRs) dari Amerika Serikat yang memastikan kepatuhan terhadap standar internasional.


Sepanjang 2025, tercatat penjualan REC PLN secara nasional mencapai 6,43 terawatt hour (TWh) atau tumbuh 19,65 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan pelanggan sektor industri dan bisnis terhadap produk energi hijau dari PLN sekaligus meningkatnya kesadaran pelanggan akan transisi energi.

x|close