Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa kabar pencairan dana rapel pensiun yang disertai video Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merupakan informasi palsu atau hoaks.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kemenkeu menyatakan video yang beredar tersebut bersifat menyesatkan karena dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau deep fake.
Melalui akun Instagram resminya, PPID Kemenkeu mengungkapkan adanya video pada salah satu kanal YouTube yang menarasikan bahwa dana rapel pensiunan telah resmi dicairkan dan masuk ke rekening para pensiunan di seluruh Indonesia. Pemerintah memastikan klaim tersebut tidak benar.
View this post on Instagram
“Beredar beberapa video Menkeu Purbaya dengan narasi menyesatkan pada salah satu akun Youtube mengenai dana rapel pensiunan akhirnya resmi cair dan sudah mulai masuk ke rekening para pensiunan di seluruh Indonesia. Video ini merupakan berita tidak benar atau #hoaks yang dibuat menggunakan AI (deep fake)," tulis keterangan akun @kemenkeu.prime, Sabtu 24 Januari 2026.
Baca Juga: Ini Isi Pertemuan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di Istana
PPID Kemenkeu mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah mempercayai konten yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Kemenkeu juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui saluran resmi guna menghindari penyesatan informasi.
“Tetap waspada dan selalu melakukan pengecekan ulang terhadap konten-konten yang mengatasnamakan Menkeu dan atau Kementerian Keuangan," sambung keterangan akun tersebut.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pengajuan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bukan alasan utama dari perlemahan nilai tukar rupiah. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)