Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyampaikan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan IV 2025 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Dalam hal ini, volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26 miliar transaksi atau tumbuh 39,21 persen (yoy) pada triwulan IV 2025 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 12,10 persen (yoy) dan 15,10 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 139,99 persen (yoy).
"Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo, Rabu 21 Januari 2026.
Baca juga: Transaksi QRIS di Pasar Tradisional Jakarta Melonjak 47 Persen pada 2025
Baca juga: Tak Hanya Transjakarta dan MRT, Pramono Dorong QRIS Tap Masuk ke Layanan Kesehatan
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.358,65 juta transaksi atau tumbuh 30,44 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.442,26 triliun pada triwulan IV 2025.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,88 juta transaksi atau tumbuh 3,82 persen (yoy), dengan nilai sebesar Rp65.069,78 triliun pada triwulan IV 2025.
Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 12,90 persen (yoy) menjadi Rp1.359,94 triliun pada triwulan IV 2025.
QRIS di BRI tidak hanya memperluas akses pembayaran non-tunai, tetapi juga mendukung efisiensi ekonomi secara menyeluruh (BRI)