BI Catat Uang Primer Desember 2025 Tumbuh Double Digit, Tembus Rp2.367,8 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 11:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Logo Bank Indonesia (BI) Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am Logo Bank Indonesia (BI) Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/am (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer (M0) adjusted tumbuh mencapai Rp2.367,8 triliun pada Desember 2025.

Adapun pertumbuhan uang primer tersebut tercatat sebesar 16,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada November 2025 yang sebesar 13,3 persen (yoy).

"Uang Primer (M0) adjusted pada Desember 2025 tumbuh 16,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.367,8 triliun,” ucap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan tertulisnya, Jumat 9 Januari 2026.

Lebih lanjut, perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 35,1 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,9 persen (yoy), seiring meningkatnya kebutuhan uang tunai di masyarakat pada akhir tahun.

Baca juga: Bank Indonesia: Cadangan Devisa RI Tembus USD 156,5 Miliar di Desember 2025

Baca juga: Bank Indonesia Optimistis Inflasi 2026 dan 2027 Terkendali Sesuai Target

“Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted),” lanjutnya.

Uang Primer adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.

Sejak Januari 2025, Bank Indonesia telah melakukan penyesuaian dalam metode penghitungan uang primer Mo adjusted. 

Penyesuaian tersebut bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kualitas informasi mengenai kondisi likuiditas, terutama terkait dampak insentif likuiditas dan langkah pengendalian moneter yang dijalankan BI.

x|close