Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kesiapan Indonesia untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, serta integrasi kawasan dalam pertemuan the 1st Future Investment and Trade Partnership Ministerial Meeting (FMM) di Singapura, Selasa, 18 Oktober 2025.
Forum tingkat menteri tersebut merupakan ajang perdana yang mempertemukan negara-negara mitra untuk merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika perdagangan modern.
“Kemitraan ini menawarkan respons kolektif dengan memperkuat sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, memajukan perdagangan digital, dan mempromosikan investasi berkelanjutan,” ujar Menko Airlangga.
Ia menyebut FMM, yang dideklarasikan dua bulan sebelumnya, dirancang sebagai platform untuk memperkuat perdagangan dan investasi global berlandaskan prinsip keterbukaan, ketahanan, dan inovasi. Indonesia, lanjutnya, memandang forum ini sebagai peluang untuk memperkuat stabilitas pertumbuhan serta memperluas peluang kemitraan strategis.
Airlangga menekankan bahwa FIT memberikan ruang bagi seluruh negara, baik besar maupun kecil, untuk meningkatkan ketahanan ekonomi di tengah risiko global yang semakin kompleks.
“FIT menyediakan platform bagi negara-negara, baik besar maupun kecil, untuk menjaga kesejahteraan dan ketahanan. Bagi Indonesia, FIT memiliki arti penting tersendiri sebagai ekonomi pertanian yang besar. Kami sangat menyadari kerentanan dalam rantai pasok pangan, energi, dan industri,” katanya.
Ia juga menyoroti Welcome Agenda yang dinilai mampu mendukung pemetaan risiko, penyelarasan regulasi, serta mendorong integrasi UMKM ke rantai nilai global.
Baca Juga: Airlangga: Negosiasi Tarif dengan AS Masuki Tahap Penyelesaian
Dalam pertemuan itu, Indonesia kembali menegaskan pentingnya transformasi digital untuk memperkuat daya saing di era ekonomi baru. Proyeksi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai USD360 miliar pada 2030 disebut menjadi landasan untuk mempercepat digitalisasi perdagangan. Airlangga menekankan perlunya standardisasi dokumen elektronik, interoperabilitas sistem digital antarnegara, dan penguatan keamanan siber agar biaya logistik dapat ditekan.
“Paperless trade akan menjadi pendorong utama efisiensi, transparansi, dan inklusivitas. Kami memandang FIT sebagai platform untuk menyelaraskan standar, memperkuat keamanan siber, dan memberdayakan usaha mikro dan kecil-menengah untuk mengakses pasar global. Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menjadi anggota FIT ini,” tutur Airlangga.
Lebih jauh, Indonesia menilai perdagangan digital dapat berkontribusi pada proses transisi menuju ekonomi hijau, sejalan dengan target net-zero nasional. Menko Airlangga memastikan bahwa digitalisasi harus memberikan manfaat yang nyata bagi UMKM, termasuk melalui proses kepabeanan yang lebih sederhana dan akses pasar yang lebih luas.
Melalui rangkaian agenda FMM, Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung arsitektur perdagangan regional dan global yang lebih tangguh, inklusif, serta berorientasi masa depan. Airlangga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan kolaborasi dengan seluruh negara mitra.
Turut hadir mendampingi Menko Airlangga, antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Regional Bobby C. Siagian.
Menko Airlangga (KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA )