Sapta Nirwandar: Ekonomi Syariah Harus Terus Dikembangkan di Tengah Gejolak Global

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 15:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Sapta Nirwandar menilai ekonomi syariah dan industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di tengah kondisi ekonomi global yang masih belum stabil. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Sapta Nirwandar menilai ekonomi syariah dan industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di tengah kondisi ekonomi global yang masih belum stabil.

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabinet Indonesia Bersatu II periode 2011-2014, Sapta Nirwandar menilai ekonomi syariah dan industri halal dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di tengah kondisi ekonomi global yang masih belum stabil.

Hal tersebut disampaikan usai menghadiri Seminar Nasional bertajuk 'Membangun Masa Depan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan' yang digelar Nusantara TV bersama Bank Indonesia (BI) di Grand on Thamrin Ballroom, Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Senin 5 Oktober 2026.

Sapta mengatakan, kondisi ekonomi dunia yang masih relatif belum stabil termasuk akibat konflik Iran-Amerika Serikat (AS), serta memberikan dampak luas terhadap perekonomian global dan ekonomi syariah.

"Memang di tengah-tengah ekonomi dunia yang masih relatif belum stabil ya, adanya perang Iran-Amerika, ini tentunya dampaknya sangat luas ya bagi ekonomi dunia dan juga tentunya ekonomi syariah,” ucap Sapta.

Baca juga: BI Ungkap Ekonomi Syariah Berpotensi Perkuat Pilar Pembangunan Indonesia

Kendati demikian, Sapta menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pengembangan ekonomi syariah. 

Menurutnya, berbagai pihak harus tetap berupaya melihat prospek ekonomi halal khususnya industri halal serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

“Tetapi kan kita tidak berhenti, harus berusaha,” katanya.

Menurut Sapta, industri halal merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Ia menyebut sejumlah industri halal di Indonesia telah menunjukkan perkembangan, seperti industri kosmetik halal, makanan, dan industri pangan. 

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, sektor tersebut juga telah memberikan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia dan ekspor.

“Kita juga sekarang sudah mulai mempunyai halal industri yang sudah bisa menjadikan apa contoh yang maju ya, seperti industri halal kosmetik, tentunya perusahaan-perusahaan besar di situ, makanan, juga ada yang berkaitan dengan industri pangan,” bebernya.

Sapta menilai perkembangan tersebut perlu terus dilanjutkan. Namun, dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi syariah dan industri halal. 

Baca juga: Seminar Nasional 2026, BI Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia

Menurutnya, Indonesia perlu mengubah pendekatan dari ego-sistem menjadi ekosistem. 

"Ego itu artinya mementingkan departemen, mementingkan usahanya sendiri, mementingkan sektornya sendiri. Nah, sekarang gimana kita mengintegrasikan itu secara inklusif untuk kepentingan masyarakat dan juga berkelanjutan," ungkap Sapta.

Karena itu, Sapta menilai Indonesia perlu menjaga kesinambungan pengembangan ekonomi syariah dan industri halal agar potensi yang telah dimiliki dapat terus berkembang.

“Menurut saya kita punya potensi sangat besar dan itu sudah terlihat,” kata Sapta.

Dia menambahkan, potensi tersebut tidak hanya dapat dilihat dari peringkat Indonesia dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE), tetapi juga dari berbagai kemajuan yang telah dicapai industri halal di dalam negeri.

Seminar nasional Nusantara TV dan Bank Indonesia menghadirkan sejumlah ahli dan praktisi ekonomi syariah untuk membahas langkah nyata dalam mempercepat transformasi ekonomi syariah Indonesia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro hadir sebagai keynote speech. Selain itu, seminar juga menghadirkan panel diskusi bertajuk 'Dari Visi Menuju Aksi: Mempercepat Transformasi Ekonomi Syariah Indonesia'.

x|close