Kemnaker Mulai MagangHub Batch 2, Sebanyak 40 Ribu Peserta Jalani Pemagangan 6 Bulan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Sep 2026, 08:01
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Sebanyak 50 peserta dari lulusan baru perguruan tinggi di Indonesia mengikuti seleksi program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tahun 2025 di Kantor Pusat AirNav Indonesia. Arsip - Sebanyak 50 peserta dari lulusan baru perguruan tinggi di Indonesia mengikuti seleksi program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tahun 2025 di Kantor Pusat AirNav Indonesia. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II.

Sebanyak 40.962 peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan mulai mengikuti program ini selama 6 bulan ke depan.

Mereka akan mengikuti pemagangan untuk mendapatkan keterampilan soft skill dan pengalaman kerja profesional di kementerian, lembaga, maupun sektor industri.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program ini merupakan direktif langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.

Baca juga: 82 Peserta Ikuti Maganghub Batch 2 di NT Corp, Randy Tampubolon: Kita Sudah dalam Satu Rumah

Melalui pemagangan ini, para talenta muda mendapatkan kesempatan belajar secara langsung di lapangan.

“Program Pemagangan Nasional ini hadir untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak bangsa untuk belajar, menambah pengalaman, skill, kompetensi, dan portofolio. Inilah salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan talenta-talenta unggul di masa yang akan datang,” ucap Menaker dalam keterangan tertulis, Kamis 23 September 2026.

Menaker mengatakan, pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal DPR RI, Kemenko Perekonomian, dan Sekretariat Kabinet RI.

Ia pun menekankan bahwa program pemagangan ini murni berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia dan tidak dirancang untuk menggantikan posisi pekerja reguler di perusahaan.

Untuk itu, Kemnaker menerapkan aturan dan pengawasan ketat terkait hak serta beban kerja peserta magang.

“Pemagangan ini skemanya adalah peningkatan kompetensi, bukan untuk menggantikan pekerja yang ada. Pengawasannya ketat, peserta magang tidak boleh dibebani jam kerja berlebih, tidak boleh bekerja pada shift malam, dan seluruh tugas yang diberikan harus sesuai dengan koridor pembelajaran,” tegas Yassierli.

Baca juga: MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuk Tahap Seleksi, Hasil Keluar 18 September

Selain penegasan mengenai aturan dan pelindungan peserta, Menaker juga menggarisbawahi komitmen inklusivitas dalam pelaksanaan pemagangan nasional kali ini.

Pada Batch 2 Angkatan II ini, tercatat sebanyak 15 (lima belas) peserta penyandang disabilitas turut dinyatakan lolos seleksi dan siap mengasah keterampilan profesional di instansi maupun perusahaan mitra.

Dengan bertambahnya peserta pada gelombang ini, total akumulasi peserta pemagangan telah mencapai 87.122 orang, gabungan dari 46.160 peserta pada Batch 1 dan 40.962 peserta pada Batch 2.

Pemerintah sendiri menyediakan kuota sebanyak 150.000 peserta MagangHub Angkatan II, yang ditargetkan akan terpenuhi pada Batch 3 yang direncanakan meluncur pada awal November mendatang setelah melalui tahapan evaluasi.

Menghadapi besarnya persaingan di pasar kerja, Menaker menekankan bagi para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai wadah belajar, pengembangan diri, serta portofolio untuk memasuki dunia kerja.

“Formula sukses magang itu adalah learn, belajar cepat, contribute, dan be different. Saya sering mengatakan be different, karena perusahaan itu mau merekrut kita kalau Adik-adik memberikan nilai tambah (giving value), memberikan significant value kepada perusahaan,” pungkas Menaker.

x|close