BPS: 319 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Harga Pangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Sep 2026, 11:30
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono memberikan pemaparan terkait Indeks Perkembangan Harga minggi ketiga September di Jakarta, Senin, 21 September 2026. Tangkapan layar - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono memberikan pemaparan terkait Indeks Perkembangan Harga minggi ketiga September di Jakarta, Senin, 21 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kabupaten/kota yang mengalami peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH) mencapai 319 wilayah pada minggu ketiga September 2026. Jumlah tersebut bertambah dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 314 kabupaten/kota.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan peningkatan jumlah wilayah tersebut menunjukkan semakin banyak kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH pada periode tersebut.

“Minggu ketiga September 2026 terjadi peningkatan jumlah kabupaten/kota yang IPH-nya mengalami kenaikan, yaitu menjadi 319 kabupaten/kota yang IPH-nya mengalami peningkatan,” kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin, 21 September 2026.

Jika dibandingkan dengan minggu keempat Agustus 2026, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH pada minggu ketiga September meningkat cukup besar. Saat itu, BPS mencatat hanya 242 wilayah yang mengalami kenaikan.

Baca JugaBPS Rilis KBJI 2026 untuk Miliki Standar Klasifikasi Jabatan yang Relevan

Ateng menyebut peningkatan IPH pada periode tersebut banyak terjadi di wilayah luar Jawa dan Sumatera. Sulawesi Utara menjadi provinsi dengan kenaikan IPH tertinggi, yakni 12,45 persen, disusul Gorontalo sebesar 10,25 persen.

Menurut dia, kenaikan IPH di kedua provinsi tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya harga sejumlah komoditas, seperti cabai rawit, cabai merah, daging sapi, dan beras.

Selain itu, Maluku Utara mencatat kenaikan IPH sebesar 5,53 persen dan Sulawesi Tengah sebesar 4,92 persen. Sementara Sulawesi Barat, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur mengalami kenaikan pada rentang 3 hingga 5,5 persen.

Komoditas yang turut mendorong kenaikan IPH di wilayah-wilayah tersebut meliputi cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.

Baca JugaData Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Bisa Jomplang? Ini Penjelasannya

BPS juga mencatat sejumlah kabupaten/kota dengan peningkatan IPH tertinggi berada di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Salah satunya Kabupaten Bone Bolango di Gorontalo yang mencatat kenaikan IPH sebesar 15,71 persen.

Di Sulawesi Utara, sejumlah daerah bahkan mengalami kenaikan IPH dua digit. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bolaang Mongondow, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kota Bitung, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Di sisi lain, terdapat pula wilayah yang mencatat perubahan IPH relatif rendah, yakni kurang dari 1 persen. BPS mencatat kondisi tersebut antara lain terjadi di Papua, Papua Barat, hingga Maluku.

“Walaupun demikian, ada beberapa wilayah yang perubahan IPH-nya itu di bawah 1 persen, yaitu di Papua, Papua Barat sampai dengan di Maluku,” ujar Ateng.

(Sumber: Antara)

x|close