Bapanas: Aman dari El Nino, Stok Beras Capai 5,1 Juta Ton

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 14:35
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Arsip foto - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional saat ini menyentuh angka 5,1 juta ton. Volume cadangan tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia, sekaligus memperkuat kesiapan ketahanan pangan nasional dalam menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino.

Kepastian ketahanan stok pangan tersebut disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Rabu (26/8).

"Stok kita sekarang, (meski) ada El Nino, (jadi yang) tertinggi. Tapi alhamdulillah cadangan kita tertinggi selama Republik ini berdiri, yaitu 5,1 juta ton," kata Amran.

Ketersediaan beras melimpah yang dikelola Perum Bulog ini diproyeksikan mampu menopang kebutuhan konsumsi masyarakat secara luas. Selain itu, stok raksasa ini menjadi benteng pertahanan untuk meminimalisir dampak dinamika iklim global, penanganan bencana alam, hingga situasi darurat.
 

Meski begitu, Amran tidak menampik rumitnya tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga di seluruh lini rantai pasok, mulai dari produsen hingga konsumen.

"Ketika harga naik (beras naik), konsumen marah. Harga turun, petani marah. Harga sedang sedang, pengusaha marah. Jadi begitu berat bebannya pemerintah," ujar dia.

Di sisi lain, gejolak harga beras di pasar internasional turut menjadi perhatian serius. Amran mencontohkan lonjakan harga beras di beberapa negara, seperti di Jepang yang menembus kisaran Rp100 ribu per kilogram.

Kendati lonjakan harga global terus melambung, ia menjamin pemerintah akan melakukan intervensi penuh agar pasokan dalam negeri tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.

"Kesiapan pangan kita selesai. (Meskipun) harga beras dunia naik, salah satu di Jepang (sampai) Rp100 ribu per kilo. (Tapi) ada yang mengatakan, jangan bandingkan. Kalau tidak ada beras, bagaimana? Satu, (bisa) kelaparan rakyat Indonesia. Kita pastikan itu tidak terjadi," kata Amran menegaskan.

Guna memastikan stabilitas harga di pasar domestik, Bapanas mencatat realisasi penyaluran stok CBP secara nasional hingga 24 Agustus telah menembus angka 1,69 juta ton melalui berbagai skema bantuan dan intervensi.
 

Penggelontoran cadangan beras tersebut mencakup penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 221,05 ribu ton pada periode Januari–Februari, yang kemudian dilanjutkan sebanyak 688,98 ribu ton sepanjang Maret hingga Agustus.

Adapun untuk program bantuan pangan, pemerintah telah menyalurkan 662,86 ribu ton pada tahap pertama dan menyerap 59,83 ribu ton yang baru mulai berjalan pada tahap kedua. Sementara sisanya dialokasikan untuk penanganan bencana dan kondisi darurat sebanyak 11,39 ribu ton, serta pemenuhan pos golongan anggaran sebesar 53,68 ribu ton.
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close