Harga Batu Bara Naik, ESDM Siapkan Kuota Produksi di Atas 600 Juta Ton

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Jun 2026, 15:06
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Wakil Menteri ESDM Yuliot memberi keterangan ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) Wakil Menteri ESDM Yuliot memberi keterangan ketika dijumpai di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan rencana memberikan kuota produksi batu bara di atas 600 juta ton sebagai bagian dari kebijakan relaksasi di tengah kenaikan harga komoditas batu bara. 

Langkah tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pasokan dalam negeri, khususnya untuk sektor ketenagalistrikan.

“Ya, pasti (di atas 600 juta ton). Menyesuaikan dengan kebutuhan di dalam negeri,” ucap Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, Rabu 17 Juni 2026.

Yuliot menyampaikan Kementerian ESDM sudah melakukan evaluasi ihwal kebutuhan batu bara di dalam negeri, termasuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN.

Dari 154 juta ton batu bara yang dibutuhkan oleh PLN, Kementerian ESDM mencatat yang sudah berkontrak sebesar 134 juta ton batu bara. Dengan demikian, PLN masih memerlukan 20 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listriknya.

Baca juga: Cek Fakta: Viral Jubir ESDM Dwi Anggia Tak Bisa Bedakan Solar dan Pertamax, Hoax!

“Kekurangan 20 (juta ton) itu lagi diusahakan,” ujar Yuliot.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan memberlakukan relaksasi kuota produksi batu bara menyusul kenaikan harga komoditas tersebut akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

Bahlil menyampaikan relaksasi terukur untuk kuota produksi batu bara itu merupakan langkah pemerintah mengikuti perkembangan harga batu bara.

Harga batu bara acuan (HBA) periode II Juni 2026 ditetapkan sebesar 123,91 dolar AS per ton.

Angka tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan HBA pada periode kedua bulan Mei 2026 sebesar 116,32 dolar AS per ton.

Idealnya, tutur Bahlil, ketika harga bagus, produksi pun harus banyak untuk mendapatkan dampak yang positif.

Akan tetapi, Bahlil belum menetapkan berapa kuota produksi batu bara setelah menetapkan kebijakan relaksasi produksi.

Pada awal 2026, Kementerian ESDM menetapkan kuota produksi batu bara 2026 sekitar 600 juta ton atau berkurang 190 juta ton dibandingkan realisasi pada 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Pemangkasan tersebut dilandasi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar internasional sepanjang 2025.

Baca juga: ESDM Sebut Peralihan Konsumen dari Pertamax ke Pertalite Belum Masif

Ketidakseimbangan itu menyebabkan harga batu bara sempat menyentuh 97,65 dolar AS per ton pada periode kedua Juli 2025.

Akan tetapi, pecahnya perang AS-Israel dengan Iran menyebabkan harga batu bara meroket dari di bawah 120 dolar AS per ton, menjadi di atas 130 dolar AS per ton dalam kurun waktu kurang lebih sepekan pada awal Maret 2026.

Kenaikan harga batu bara saat ini dipicu oleh gangguan distribusi minyak mentah dan gas alam cair (LNG) di pasar internasional. (Sumber:Antara)

x|close